Raksasa desain chip asal Amerika Serikat, Synopsys, dikabarkan akan menghentikan penyediaan rangkaian perangkat lunak kontrol proses manufaktur yang selama ini digunakan oleh produsen semikonduktor global. Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk mengalihkan sumber daya mereka ke sektor yang dianggap memiliki margin keuntungan lebih tinggi, yaitu teknologi desain berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, Synopsys telah menginformasikan keputusan "end of life" ini kepada lebih dari 10 produsen chip terkemuka sejak bulan April dan Mei lalu. Beberapa perusahaan yang terdampak di antaranya adalah Samsung Electronics, SK Hynix, Kioxia Holdings Corp, dan Qorvo Inc. Dengan kebijakan ini, Synopsys tidak akan lagi merilis versi baru untuk perangkat lunak tersebut dan hanya akan menjalankan kewajiban pemeliharaan yang tersisa.
Produk yang dihentikan mencakup Equipment Engineering System (EES) dan Fault Detection and Classification (FDC). Perangkat lunak otomatisasi ini berfungsi layaknya sistem saraf pusat di pabrik semikonduktor, yang bertugas memantau dan mendeteksi anomali produksi sebelum berkembang menjadi kerusakan yang berbiaya mahal. Keputusan ini dilaporkan telah menyebabkan pengurangan tenaga kerja di internal perusahaan.
Seorang juru bicara Synopsys menyatakan bahwa perusahaan memang sedang menghentikan beberapa produk analitik manufaktur warisan untuk memfokuskan investasi pada portofolio bernilai tinggi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa produk yang dihentikan adalah alat diagnostik lama yang tidak lagi berada di jalur kritis produksi pelanggan, serta memastikan bahwa seluruh kontrak dan kewajiban dukungan tetap akan dihormati.
Perubahan strategi ini mencerminkan dinamika industri perangkat lunak semikonduktor saat ini, di mana para vendor lebih memilih berinvestasi besar-besaran pada teknologi desain AI. Di sisi lain, tren menunjukkan bahwa banyak produsen chip mulai mengembangkan perangkat lunak manufaktur secara mandiri (in-house) untuk menjaga kerahasiaan data produksi mereka yang sangat sensitif.
Keputusan ini muncul setelah akuisisi besar Synopsys terhadap perusahaan perangkat lunak teknik Ansys senilai 35 miliar dolar AS pada tahun 2025. Meskipun ada kekhawatiran bahwa penghentian perangkat lunak ini dapat memengaruhi hasil produksi karena kebutuhan pemeliharaan yang konstan, mayoritas pengamat industri menilai hal ini tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional pabrik chip besar yang telah memiliki kemampuan teknis mandiri.