Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif, Bambang Wuryanto, memberikan tanggapan terkait ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai 'kandang gajah'. Selama ini, Jawa Tengah dikenal luas sebagai 'kandang banteng', yang merupakan basis massa utama bagi PDI Perjuangan dalam berbagai gelaran pemilu.
Dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026), pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini menyoroti bahwa keinginan untuk mengambil alih basis suara PDIP di Jawa Tengah bukanlah hal baru. Ia mengingatkan bahwa narasi serupa pernah dilontarkan oleh Ahmad Muzani dari Partai Gerindra pada Februari 2025 lalu, yang saat itu masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.
Bambang Pacul, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai tekad PSI tersebut. Menurutnya, setiap partai politik memiliki hak untuk menetapkan target dan menyusun strategi demi mencapai tujuan politiknya masing-masing. Ia menekankan bahwa efektivitas dari rencana tersebut akan teruji melalui langkah konkret di lapangan.
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Said Abdullah sebelumnya sempat mempertanyakan validitas klaim tersebut. Ia bahkan menyinggung mengenai potensi penyebaran informasi yang tidak akurat terkait narasi penguasaan wilayah oleh partai tertentu di Jawa Tengah. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pernyataan Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, yang menyebutkan rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari upaya penguatan posisi PSI di wilayah tersebut.
Ambisi PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung suara pada Pemilu 2029 pertama kali ditegaskan oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dalam Rapat Koordinasi Wilayah PSI Jawa Tengah di Solo pada awal 2026. Kaesang secara eksplisit menyebut Jawa Tengah sebagai 'kandang gajah' dan mengajak seluruh kader untuk bergerak bersama demi memenangkan hati masyarakat setempat.
Kaesang menekankan bahwa kunci untuk mewujudkan target tersebut terletak pada soliditas struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Ia meminta seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPW hingga tingkat DPRT, untuk terus melakukan pembenahan organisasi agar mesin partai siap menghadapi verifikasi pemilu serta menjadi kekuatan politik yang signifikan di wilayah Jawa Tengah.