Berita

Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Latih Kemandirian

Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Latih Kemandirian

Ringkasan

  • Sebanyak 1.000 taruna Akmil terjun ke 178 Sekolah Rakyat untuk memberikan bimbingan kemandirian dan kedisiplinan bagi siswa asrama.

Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II resmi diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada siswa di 178 lokasi Sekolah Rakyat. Program yang berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus ini, merupakan inisiatif kolaborasi strategis antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI untuk menanamkan karakter kemandirian bagi anak-anak yang tinggal di asrama.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kehadiran para taruna bukan ditujukan untuk mengambil alih peran tenaga pendidik di dalam kelas. Fokus utama program ini adalah memberikan bimbingan praktis mengenai kehidupan berasrama agar para siswa lebih siap beradaptasi dengan lingkungan baru meski harus terpisah dari keluarga.

Selama periode pendampingan, para taruna akan melatih siswa melakukan berbagai aktivitas harian yang disiplin. Kegiatan tersebut mencakup cara merapikan lemari, menata tempat tidur, hingga menjaga kerapian berseragam. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pola pikir mandiri dan tanggung jawab pribadi sejak dini bagi para siswa.

Selain aspek kerapian, para taruna juga mengemban misi preventif untuk memastikan lingkungan asrama tetap kondusif dan aman. Mereka berperan aktif dalam memantau serta mencegah terjadinya segala bentuk kekerasan maupun perundungan antar-siswa, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang sehat dan suportif.

Pemilihan taruna Akmil dalam program ini didasarkan pada pengalaman empiris mereka yang sudah terbiasa dengan sistem kehidupan barak. Kemampuan adaptasi dan kedisiplinan yang dimiliki para taruna dinilai sebagai model yang tepat untuk ditularkan kepada para siswa, guna mempercepat proses penyesuaian diri di lingkungan asrama.

Program ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Secara teknis, setiap titik Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima personel taruna yang secara bergantian mengajarkan keterampilan praktis, mulai dari menyetrika pakaian hingga menyemir sepatu, sebagai bagian dari kurikulum penguatan karakter.

Mengapa Ini Penting

Program ini menunjukkan sinergi lintas sektoral dalam mempercepat pembangunan karakter generasi muda di lingkungan pendidikan asrama. Pendekatan berbasis disiplin militer ini menjadi model intervensi sosial yang efektif untuk menanamkan kemandirian bagi siswa dari latar belakang keluarga prasejahtera.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit