Internasional

Topan Super Bavi Hantam Kepulauan Mariana Utara, Kerusakan Besar Dilaporkan

Topan Super Bavi Hantam Kepulauan Mariana Utara, Kerusakan Besar Dilaporkan

Ringkasan

  • Topan Super Bavi melanda Kepulauan Mariana Utara dengan kecepatan angin kategori lima, memicu kerusakan besar dan peringatan evakuasi di wilayah Pasifik tersebut.

Kepulauan Mariana Utara, wilayah teritorial Amerika Serikat di Pasifik Barat, kini tengah dilanda bencana alam hebat setelah Topan Super Bavi menerjang wilayah tersebut pada Senin pagi waktu setempat. Pusat badai atau 'mata' topan dilaporkan melintasi Pulau Rota, membawa kecepatan angin yang sangat destruktif hingga melebihi 241 kilometer per jam. Kekuatan ini setara dengan badai kategori lima yang mampu memporak-porandakan infrastruktur di jalur lintasannya.

Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) telah mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk setempat untuk segera mencari perlindungan di ruangan interior yang aman. Pihak berwenang di Rota mengonfirmasi adanya laporan mengenai kerusakan besar di seluruh pulau, meskipun detail mengenai skala kehancuran yang sebenarnya masih sulit dipastikan akibat terputusnya jaringan komunikasi dan aliran listrik di wilayah yang terdampak.

Selain Rota, dampak dari Topan Super Bavi juga dirasakan oleh wilayah sekitarnya, termasuk Guam dan pulau-pulau lainnya seperti Tinian dan Saipan. Pihak berwenang telah memberlakukan peringatan banjir bandang dan ancaman topan di seluruh kawasan tersebut, mengingat curah hujan yang diprediksi mencapai setidaknya 51 sentimeter. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terus membayangi wilayah tersebut setidaknya hingga Senin malam.

Gubernur Guam, Lou Leon Guerrero, melalui pesan video yang diunggah ke media sosial, mendesak seluruh warga untuk tetap berada di rumah atau di tempat pengungsian yang telah disiapkan. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa di tengah situasi yang sangat berbahaya. Masyarakat diminta untuk tidak meremehkan kekuatan angin yang dianggap setara dengan ancaman tornado tersebut.

Wilayah yang terdampak ini sebenarnya masih dalam proses pemulihan setelah sebelumnya dihantam oleh Topan Super Sinlaku pada pertengahan April lalu. Rentetan bencana alam yang terjadi dalam waktu berdekatan ini memberikan beban ganda bagi otoritas setempat dalam menangani evakuasi dan perbaikan infrastruktur. Total populasi di kawasan Guam dan Kepulauan Mariana Utara yang mencapai sekitar 210.000 jiwa kini berada dalam status siaga tinggi.

Berdasarkan pantauan NWS, Topan Super Bavi saat ini bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 14 kilometer per jam menuju Filipina. Meskipun badai bergerak lebih cepat dibandingkan dengan Topan Sinlaku sebelumnya, potensi ancaman kerusakan tetap tinggi karena intensitas angin yang ekstrem. Tim tanggap darurat saat ini tengah berupaya memulihkan jalur komunikasi agar data mengenai kerugian material dapat segera diakses dan bantuan kemanusiaan dapat segera didistribusikan.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia akan perlunya sistem peringatan dini bencana yang tangguh dan infrastruktur tahan cuaca ekstrem. Mengingat posisi geografis Indonesia yang juga rentan terhadap siklon tropis, pemahaman mengenai pola pergerakan badai ini penting untuk mitigasi risiko di sektor maritim dan logistik nasional.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit