Dua raksasa otomotif dunia, Toyota Motor Corporation dan Daimler Truck, dilaporkan akan segera mengurangi kepemilikan saham mereka di perusahaan manufaktur truk, Archion. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyesuaian portofolio investasi kedua perusahaan tersebut di sektor kendaraan komersial.
Berdasarkan laporan dari harian bisnis Nikkei pada Jumat (3/7), nilai penjualan saham yang direncanakan mencapai 200 miliar hingga 300 miliar yen, atau setara dengan 1,24 miliar hingga 1,87 miliar dolar AS. Langkah ini menjadi salah satu aksi korporasi besar yang cukup menyita perhatian pelaku pasar global di industri otomotif sepanjang tahun ini.
Dalam rencana tersebut, Toyota dan Daimler dikabarkan akan melepas sekitar 900 juta lembar saham. Jumlah ini mencakup kurang lebih 30 persen dari total saham beredar perusahaan Archion. Penjualan ini rencananya dilakukan melalui mekanisme penawaran umum (public offering) kepada publik secara luas.
Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah untuk memenuhi persyaratan pencatatan saham atau listing di bursa efek. Dengan melepas sebagian kepemilikan ke publik, Archion diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sahamnya sekaligus memenuhi regulasi tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan terbuka bagi investor ritel maupun institusi.
Hingga saat ini, baik Toyota maupun Daimler belum memberikan pernyataan resmi terkait rincian teknis penjualan tersebut. Namun, menurut laporan Nikkei, Archion dijadwalkan akan memberikan pengumuman resmi mengenai proses penjualan saham ini paling cepat pada pekan depan.
Langkah divestasi ini mengindikasikan pergeseran strategi dari dua produsen otomotif besar tersebut dalam mengelola aset anak perusahaannya. Bagi para pemangku kepentingan, pengumuman resmi mendatang akan menjadi acuan penting untuk melihat bagaimana struktur kepemilikan baru Archion akan memengaruhi dinamika persaingan di pasar truk global di masa depan.