Kairo – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Kegubernuran Asyut, Mesir, pada Selasa (30/6), ketika sebuah sepeda motor roda tiga yang membawa sejumlah anak-anak terperosok ke dalam kanal. Insiden memilukan yang terjadi di Distrik Abu Tig ini dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak sembilan orang anak, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam perawatan intensif.
Otoritas Kegubernuran Asyut mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan tersebut sedang melintas di area kanal. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap para korban yang terjebak di dalam air, mengingat arus kanal yang cukup kuat dan kedalaman air yang menyulitkan proses pencarian.
Gubernur Asyut, Mohamed Alwan, langsung turun tangan meninjau lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh upaya pencarian dan penyelamatan berjalan optimal serta mengoordinasikan sinergi antara pihak keamanan, tim evakuasi, dan otoritas kesehatan setempat dalam menangani para korban yang selamat.
Dalam pernyataan resminya, Mohamed Alwan menegaskan bahwa perlindungan terhadap nyawa dan keselamatan warga, terutama anak-anak, merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi tersebut dan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa banyak anak tersebut.
Sebagai langkah preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, Gubernur Alwan telah mengeluarkan instruksi tegas kepada otoritas sumber daya air dan irigasi setempat. Pihaknya diperintahkan untuk segera memasang pembatas beton di sepanjang sisi kanal yang dianggap rawan, serta meningkatkan standar keamanan infrastruktur di sekitar wilayah pemukiman.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penanganan di lapangan. Fokus utama otoritas adalah memastikan kondisi kesehatan dua korban selamat tetap stabil, sembari terus melakukan pendampingan kepada keluarga korban yang ditinggalkan dalam tragedi yang mengguncang komunitas di Distrik Abu Tig tersebut.