Sebuah operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan tragedi berdarah pada Kamis (2/7) dini hari. Operasi yang awalnya direncanakan untuk meringkus pelaku berinisial BIO, seorang residivis kasus sabu, justru berubah menjadi insiden kontak fisik yang mematikan bagi aparat kepolisian.
Peristiwa ini bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba tiba di lokasi target pada Rabu malam. Strategi pembagian tim menjadi dua bagian, yakni tim penindakan dan tim pendukung, telah disiapkan guna memastikan operasi berjalan lancar dan target dapat segera diamankan tanpa hambatan berarti.
Ketegangan memuncak saat petugas berhasil mengamankan BIO, namun keluarga target melakukan perlawanan sengit terhadap aparat. Situasi yang semakin tidak kondusif memaksa petugas melepaskan tembakan peringatan. Namun, karena perlawanan yang terus berlanjut dan mengancam keselamatan petugas, aparat terpaksa melakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) tewas di tempat. Insiden penembakan ini memicu kemarahan massa setempat yang kemudian mengepung petugas dengan membawa senjata tajam hingga senjata api rakitan.
Terdesak oleh jumlah massa yang jauh lebih besar, tim penindakan terpaksa mundur dan melarikan diri ke arah sungai. Dalam situasi yang sangat kritis tersebut, beberapa anggota kepolisian terpaksa terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran air. Sementara itu, tim pendukung yang sempat dihadang di jalan berhasil melakukan manuver penyelamatan diri dan mencapai Polsek Katingan Tengah dengan selamat.
Dalam upaya bertahan hidup, anggota yang terjebak di pulau kecil berusaha berenang menyeberangi sungai di tengah kepungan ancaman tembakan dari daratan. Kondisi fisik yang kelelahan dan arus sungai yang deras membuat mereka berada dalam posisi rentan. Akibat insiden ini, satu personel kepolisian dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya hingga saat ini masih dalam status hilang dan terus dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Harono, telah mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa saat ini jajaran Polres Katingan tengah berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Kalteng untuk melakukan pengamanan di lokasi. Jenazah anggota yang gugur telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden ini dan melakukan pencarian terhadap dua personel yang masih belum ditemukan.