Pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran 2026, resmi menutup pintunya pada Minggu (12/7/2026) malam dengan mencatatkan nilai transaksi total sebesar Rp8,2 triliun. Capaian ini menandakan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan edisi tahun sebelumnya, menguatkan posisi Jakarta Fair (JAKFAIR) tidak hanya sebagai ajang hiburan keluarga, tetapi sebagai locomotif perekonomian regional yang handal. Acara yang diselenggarakan oleh PD Pasar Jaya ini berlangsung selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.
Nilai transaksi Rp8,2 triliun tersebut merupakan akumulasi dari ribuan transaksi yang terjadi di ratusan stan yang tersebar di area pameran seluas puluhan hektar. Presiden Direktur PD Pasar Jaya, dalam keterangan resminya, mengaku puas dengan capaian ini yang melebihi target awal. Ia menilai angka tersebut mencerminkan pulihnya daya beli masyarakat pasca-pandemi serta kepercayaan pelaku usaha, terutama UMKM, terhadap momenta promosi yang ditawarkan JAKFAIR. Pertumbuhan transaksi dua digit ini juga didorong oleh perluasan area pameran dan penambahan kategori produk baru.
Komposisi transaksi didominasi oleh sektor makanan dan minuman (F&B) serta produk kreatif UMKM, yang bersama-sama menyumbang sekitar 45 persen dari total nilai transaksi. Sektor otomotif dan properti tetap menjadi penopang besar di sisi nilai transaksi per unit, meskipun volume transaksinya lebih rendah. Menariknya, sektor fashion dan kecantikan menunjukkan lonjakan tajam seiring dengan tren "revenge spending" masyarakat muda yang ingin memenuhi kebutuhan lifestyle setelah beberapa tahun terbatas aktivitas. Partisipasi pelaku usaha dari luar Jawa juga menambah variasi produk khas daerah yang diminati pengunjung.
Pengunjung yang tercatat mencapai puluhan juta orang selama periode pameran juga menjadi indikator keberhasilan sisi permintaan. Manajemen mengklaim rata-rata pengunjung harian melebihi 500.000 orang pada akhir pekan, didorong oleh aksesibilitas transportasi publik yang semakin memadai. Kehadiran Stasiun LRT Jakarta International Stadium dan integrasi dengan TransJakarta serta KRL Commuter Line memangkas waktu tempuh dan biaya transportasi bagi pengunjung dari kawasan Jabodetabek, mendorong frekuensi kunjungan berulang (repeat visit).
Adopsi pembayaran digital menjadi ciri khas edisi tahun ini. Hampir 80 persen transaksi retail di area pameran sudah menggunakan QRIS, dompet digital, dan kartu debit/kredit, jauh meninggalkan uang tunai. Hal ini tidak hanya mempercepat antrean di kasir, tetapi juga menciptakan jejak data transaksi yang transparan bagi pengelola dan pemerintah untuk perumusan kebijakan ekonomi ke depan. PD Pasar Jaya bekerjasama dengan sejumlah fintech besar untuk menyediakan fasilitas pinjaman modal kerja cepat bagi pedagang stan berbasis data transaksi digital mereka.
Bagi ribuan pelaku UMKM yang berpartisipasi, JAKFAIR 2026 berfungsi sebagai "inkubator pasar" nyata. Banyak pelaku usaha mikro yang memanfaatkan momen ini untuk meluncurkan produk baru, menguji harga, dan membangun basis pelanggan (customer base) secara langsung (offline) setelah bertahun-tahun bergantung pada marketplace. Program pelatihan digital marketing dan packaging yang diselenggarakan panitia paralel dengan pameran juga memberikan nilai tambah kapasitas bagi pedagang, bukan sekadar menyewa tempat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian menilai JAKFAIR sebagai instrumen strategis dalam program "Jakarta Bangkit". Gubernur Jakarta (atau pejabat terkait) menegaskan bahwa event ini menciptakan efek multiplikator yang luas: mulai dari penyedia jasa logistik, keamanan, kebersihan, hingga pengelola parkir dan kuliner keliling di luar area pameran. Nilai transaksi Rp8,2 triliun hanyalah puncak gunung es dari siklus uang yang berputar di ekosistem ekonomi kemayoran selama sebulan penuh.
Tantangan logistik dan keamanan pun berhasil dikelola dengan baik meskipun volume pengunjung melonjak di hari-hari penutup. Kerja sama dengan Polda Metro Jaya, Satpol PP, dan tim medis memastikan tidak ada insiden signifikan yang mengganggu kelancaran acara. Manajemen lalu lintas terintegrasi dengan sistem parkir cerdas di area JIExpo dan parkir satelit di sekitarnya (seperti Ancol dan Rawamangun) berhasil mengurangi kemacetan parah di jalan protokol seperti Jalan Benyamin Sueb dan Jalan Letjen Suprapto.
Ke depan, PD Pasar Jaya menargetkan Jakarta Fair 2027 untuk menembus nilai transaksi Rp10 triliun dengan strategi memperluas pameran ke sektor teknologi hijau (green tech) dan halal lifestyle. Pengembangan infrastruktur JIExpo sebagai venue pameran kelas dunia berkelanjutan, didukung oleh pembangunan gedung pameran baru dan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), diharapkan dapat menarik lebih banyak pameran internasional skala besar di luar jadwal JAKFAIR rutin, menggenjot devisa dan citra Jakarta sebagai kota pameran global.