Turkiye berhasil menorehkan kemenangan bersejarah dalam laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor tipis 3-2 di Los Angeles Stadium. Gol kemenangan dicetak oleh Kaan Ayhan di masa injury time, yang sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi tim asuhan Gregg Berhalter di turnamen ini.
Meski Amerika Serikat telah dipastikan lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup, pertandingan ini tetap berlangsung sengit di hadapan pendukung tuan rumah. Amerika Serikat melakukan rotasi besar-besaran dengan sembilan perubahan pemain, namun mereka tetap mampu mencuri gol cepat lewat bek Auston Trusty saat pertandingan baru berjalan tiga menit.
Turkiye, yang sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi, tampil tanpa beban dengan motivasi tinggi untuk memulihkan harga diri. Bintang muda Real Madrid, Arda Guler, menjadi aktor utama kebangkitan timnya. Guler menyamakan kedudukan pada menit ke-10 setelah memanfaatkan umpan matang dari Baris Alper Yilmaz, yang menandai gol pertama Turkiye di ajang Piala Dunia kali ini.
Pertandingan sempat memanas ketika tensi di lapangan meningkat, memicu ketegangan antara bangku cadangan kedua tim. Amerika Serikat sempat mengira mereka kembali memimpin melalui Mark McKenzie, namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena posisi offside. Turkiye justru berbalik unggul pada menit ke-31 melalui gol Baris Alper Yilmaz yang memanfaatkan pergerakan apik dari Eren Elmali.
Memasuki babak kedua, Amerika Serikat mencoba meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Christian Pulisic yang sempat absen akibat cedera. Kehadiran sang kapten memberikan dampak instan bagi lini depan tuan rumah, memaksa pertahanan Turkiye bekerja ekstra keras di bawah tekanan ribuan pendukung Amerika di stadion.
Kemenangan dramatis ini menjadi penutup manis bagi kiprah Turkiye di Piala Dunia 2026, sementara bagi Amerika Serikat, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Laga ini membuktikan bahwa meski tanpa kepentingan poin yang krusial, semangat kompetitif di panggung sepak bola dunia tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.