Uber Technologies membenarkan pihaknya sedang berada dalam tahap negosiasi lanjutan dengan Delivery Hero. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mengejar perusahaan layanan pesan-antar asal Jerman tersebut melalui penawaran akuisisi resmi.
Laporan sebelumnya dari media internasional menyebutkan bahwa kesepakatan antara kedua belah pihak berpotensi tercapai dalam pekan ini. Nilai transaksi diproyeksikan jauh di atas harga perdagangan Delivery Hero yang berada di kisaran 36 euro per saham dalam beberapa waktu terakhir.
Saham Delivery Hero di Bursa Efek Berlin ditutup menguat 5,76 persen ke level 39,10 euro pada perdagangan terakhir. Penguatan ini mencerminkan antusiasme pasar menyusul kabar akuisisi tersebut, meski saham Uber justru terkoreksi hampir 2 persen.
Kabar ini bukanlah yang pertama kali beredar. Sejak Mei lalu, spekulasi mengenai masa depan Delivery Hero telah menghangat. Uber disebut sempat mengajukan penawaran awal sebesar 38 euro per saham, namun para investor menganggap valuasi tersebut terlalu rendah.
Tekanan persaingan dan perlambatan pertumbuhan memaksa industri pesan-antar untuk berkonsolidasi guna menjaga margin keuntungan. Uber sendiri terus berekspansi di luar bisnis utama transportasi, memperkuat divisi pengantaran makanan, hingga merambah ke kebutuhan belanja bahan pokok dan pemesanan hotel.
Bagi ekosistem teknologi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, manuver Uber ini menjadi sinyal kuat tentang arah konsolidasi global. Meski Uber sudah lama hengkang dari panggung ride-hailing Indonesia, jejak ekosistem pesan-antarnya masih relevan melalui pola kompetisi yang mirip.
Di Tanah Air, persaingan pengantaran makanan dikuasai oleh GoFood (Gojek) dan ShopeeFood, dengan GrabFood sebagai pemain penting lainnya. Jika Uber berhasil mencaplok Delivery Hero, jaringan pengiriman di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin akan menyatu. Hal ini menciptakan raksasa logistik dengan skala ekonomi yang sulit ditandingi pemain regional.
Konsolidasi semacam ini berpotensi memicu efek domino. Perusahaan lokal mungkin dituntut untuk semakin agresif mencari mitra strategis atau mengoptimalkan efisiensi operasional. Pengguna di Indonesia belum akan merasakan dampak langsung, namun bagi pelaku usaha rintisan lokal, standar efisiensi layanan pesan-antar bakal semakin tinggi.
Delivery Hero menolak memberikan komentar terkait spekulasi harga penawaran tersebut. Namun, perusahaan menegaskan bahwa setiap tawaran resmi di masa depan akan ditujukan kepada seluruh pemegang saham tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Uber juga memilih diam tanpa mengeluarkan pernyataan resmi terkait nilai akuisisi. Mengutip laporan Reuters pada akhir Mei, Uber telah menaikkan kepemilikan sahamnya di Delivery Hero menjadi hampir 37 persen dari sebelumnya 25 persen, melalui pembelian saham dari sesama pemegang saham, Aspex Management.
Pengambilalihan ini dipastikan akan memicu pengawasan ketat dari regulator antitrust. Tumpang tindih cakupan pasar kedua perusahaan di berbagai belahan dunia membuat persetujuan merger tidak akan berjalan mulus.
Ke depannya, Uber menargetkan ekspansi layanan pesan-antar ke tujuh pasar Eropa baru, termasuk Austria, Denmark, dan Norwegia. Langkah akuisisi ini diharapkan mampu mendatangkan tambahan gross bookings senilai 1 miliar dolar AS dalam tiga tahun ke depan, mengukuhkan posisi Uber Eats sebagai pemimpin pasar global.