Bisnis & Startup

Uber Pacu Akuisisi Delivery Hero, Saham Perusahaan Jerman Melonjak 5 Persen

Ringkasan

  • Uber Technologies menggelar negosiasi tingkat lanjut untuk mengakuisisi perusahaan Jerman Delivery Hero, dengan target kesepakatan akhir pekan ini guna ekspansi global.

Uber Technologies mengambil langkah besar dalam ekspansi bisnis globalnya melalui negosiasi tingkat lanjut untuk membeli perusahaan layanan pesan antar makanan asal Jerman, Delivery Hero. Mengutip laporan Bloomberg News, kedua perusahaan berupaya mencapai kesepakatan resmi paling lambat pada pekan ini. Jika terealisasi, transaksi tersebut akan menempatkan valuasi Delivery Hero jauh di atas harga perdagangan terbarunya yang berada di kisaran 36 euro atau setara 41,23 dolar AS per saham.

Respons pasar langsung terlihat menyusul kabar tersebut. Saham Delivery Hero melesat lebih dari 5 persen menjadi 38,93 euro per lembar. Di sisi lain, saham Uber justru terkoreksi hampir 3 persen. Pergerakan harga ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek Delivery Hero, sekaligus kehati-hatian terkait beban akuisisi yang harus ditanggung perusahaan penyedia layanan ride-hailing tersebut.

Latar belakang dari manuver korporasi ini sebenarnya telah muncul sejak pertengahan tahun ini. Pada Mei lalu, Delivery Hero mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima tawaran pembelian senilai 33 euro per saham dari Uber. Langkah itu menjadi sinyal awal bahwa raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu serius ingin mengonsolidasikan kekuatan di sektor food-tech global.

Kabar tersebut semakin relevan setelah Reuters melaporkan bahwa Uber telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Delivery Hero. Perusahaan yang dipimpin Dara Khosrowshahi itu mengerek porsi kepemilikan dari sebelumnya 25 persen menjadi hampir 37 persen. Akuisisi saham tambahan tersebut dilakukan dengan membeli porsi kepemilikan dari sesama pemegang saham, Aspex Management. Penguasaan saham mayoritas secara efektif mempercepat jalur menuju pengambilalihan penuh.

Mengapa Uber agresif mengejar Delivery Hero? Strategi super-app menjadi jawabannya. Setelah pandemi, margin keuntungan dari layanan transportasi manusia menyusut, sementara permintaan logistik dan pesan antar makanan meroket. Dengan menggabungkan armada transportasi Uber dengan jaringan Delivery Hero yang luas di Eropa dan Asia, perusahaan dapat menekan biaya operasional sekaligus mendominasi pasar pengiriman barang dan makanan lintas benua.

Bagi industri teknologi global, akuisisi ini akan menciptakan entitas pesan antar terbesar yang pernah ada. Pasar food delivery dunia selama satu dekade terakhir diwarnai persaingan ketat dan pembakaran uang yang tinggi. Konsolidasi antara Uber dan Delivery Hero berpotensi mengakhiri perang subsidi di berbagai wilayah, sekaligus mengubah peta kekuatan layanan on-demand di Benua Eropa dan Timur Tengah.

Dari perspektif Indonesia, kabar ini membawa catatan menarik tersendiri. Delivery Hero merupakan induk dari Foodpanda, merek yang resmi menghentikan operasinya di Tanah Air pada 2022 silam. Keputusan itu diambil karena ketatnya persaingan dengan pemain lokal seperti Gojek, Grab, dan ShopeeFood. Meski Uber dan Delivery Hero tidak beroperasi langsung di Indonesia untuk layanan pesan antar, penggabungan keduanya dapat mengubah strategi investasi mereka di Asia Tenggara ke depan.

Uber sendiri pernah merelakan bisnis UberEats di Asia Tenggara kepada Grab melalui kesepakatan senilai 2,6 miliar dolar AS pada 2018 lalu. Kehadiran kembali Uber melalui jalur akuisisi Delivery Hero berpotensi memicu spekulasi mengenai niat perusahaan untuk kembali mencicipi pasar Asia. Namun, melihat dominasi duopoli Gojek dan Grab yang telah mengakar, masuk kembali ke Indonesia bukan perkara mudah tanpa infrastruktur lokal yang solid.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Uber menolak memberikan komentar saat dimintai konfirmasi oleh Reuters. Sementara itu, manajemen Delivery Hero belum menunjukkan respons langsung atas permintaan klarifikasi terkait negosiasi tersebut. Penolakan berkomentar dari kedua belah pihak merupakan praktik lazim dalam proses akuisisi besar yang masih berada pada tahap sensitif.

Jika valuasi akhir mengacu pada lonjakan harga saham terkini, transaksi ini dipastikan bernilai puluhan miliar dolar. Mengacu pada kurs saat ini di mana 1 dolar AS setara dengan 0,8731 euro, daya beli Uber dalam mata uang dolar memberikan ruang fiskal yang cukup leluasa untuk membiayai transaksi lintas negara tersebut.

Ke depan, fokus utama akan tertuju pada proses integrasi. Menggabungkan dua raksasa dengan budaya korporasi dan basis teknologi berbeda membutuhkan waktu serta manajemen risiko yang matang. Keberhasilan akuisisi ini akan menjadi tolok ukur bagi merger raksasa teknologi lainnya di era ekonomi digital yang mulai mengetat.

Tren konsolidasi di sektor teknologi diprediksi akan berlanjut. Perusahaan rintisan yang sebelumnya berlomba mendapatkan pangsa pasar dengan modal ventura kini dihadapkan pada realitas profitabilitas. Akuisisi Uber terhadap Delivery Hero mungkin hanya menjadi pembuka dari rangkaian merger besar di industri jasa berbasis aplikasi secara global.

Mengapa Ini Penting

Konsolidasi raksasa teknologi global seperti akuisisi Uber terhadap Delivery Hero menunjukkan bahwa era pembakaran uang di sektor pesan antar telah berakhir. Bagi ekosistem digital Indonesia, tren ini mengirimkan sinyal bahwa pemain lokal seperti Gojek dan Grab harus terus memperkuat defensif regional guna menghadapi potensi invasi modal asing skala masif. Selain itu, penggabungan ini dapat memicu efek domino berupa merger perusahaan rintisan lain di Asia Tenggara yang berorientasi pada profitabilitas jangka panjang.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit