Internasional

Ukraina Serang Fasilitas Minyak dan Militer di Dekat St Petersburg

Ukraina Serang Fasilitas Minyak dan Militer di Dekat St Petersburg

Ringkasan

  • Ukraina meluncurkan serangan drone besar-besaran ke St Petersburg, menargetkan fasilitas minyak dan militer Rusia serta memicu gangguan infrastruktur.

Gelombang serangan drone jarak jauh yang diluncurkan Ukraina dilaporkan telah menghantam wilayah St Petersburg, Rusia, dalam salah satu operasi serangan terdalam yang pernah menyasar kampung halaman Presiden Vladimir Putin. Serangan ini menargetkan terminal minyak serta pelabuhan di Laut Baltik, menciptakan kekacauan signifikan di wilayah tersebut. Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan 72 pesawat tanpa awak (UAV) di atas wilayah tersebut pada hari Sabtu.

Operasi militer ini dilakukan dari jarak sekitar 900 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina. Dampak dari serangan tersebut cukup meluas, memaksa otoritas Rusia untuk menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Pulkovo. Selain itu, pemerintah setempat terpaksa membatasi jaringan internet seluler di beberapa area sebagai langkah untuk mengacaukan sistem navigasi drone yang mengandalkan koneksi seluler.

Gubernur St Petersburg, Alexander Beglov, mengonfirmasi bahwa salah satu drone jatuh di kompleks Istana Peterhof yang bersejarah, sementara drone lainnya mengenai terminal minyak di distrik Kirovsky. Pihak berwenang juga melaporkan adanya serpihan drone yang jatuh di dekat pelabuhan Vysotsk, yang berbatasan langsung dengan Finlandia. Meskipun demikian, otoritas Rusia belum memberikan rincian pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun cedera akibat insiden tersebut.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi bahwa pasukannya secara sengaja menargetkan infrastruktur minyak yang menjadi sumber pendanaan perang Rusia, serta Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt. Zelenskyy menegaskan bahwa pangkalan tersebut merupakan target militer yang krusial. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 389 drone di seluruh negeri sepanjang malam, namun hanya mengakui adanya kerusakan di wilayah Leningrad.

Data dari Staf Umum Ukraina menyebutkan bahwa hingga awal Juli, serangan-serangan ini telah melumpuhkan sekitar 42,74 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia. Selama sebulan terakhir, delapan kilang minyak telah diserang, dengan lebih dari 60 tangki penyimpanan hancur atau rusak. Kerugian kumulatif industri ini diperkirakan mencapai 13,5 miliar dolar AS sejak Agustus 2025, yang memicu kelangkaan bahan bakar domestik dan memaksa Moskow menerapkan pembatasan ekspor bensin.

Di sisi lain, Rusia membalas dengan menyerang fasilitas produksi gas di wilayah Poltava, Ukraina, yang menyebabkan kebakaran hebat dan penghentian operasional sementara. Perusahaan energi nasional Ukraina, Naftogaz, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis Rusia untuk menekan infrastruktur energi Ukraina. Eskalasi ini menunjukkan bahwa perang drone telah menjadi elemen kunci dalam konflik yang terus meluas di kedua negara.

Mengapa Ini Penting

Serangan ini menunjukkan pergeseran taktik militer menuju perang asimetris berbasis teknologi drone jarak jauh yang sangat disruptif. Bagi Indonesia, eskalasi konflik ini berpotensi memicu volatilitas harga energi global, yang menuntut ketahanan strategi energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit