Uni Eropa secara resmi telah menyalurkan tahap pertama pinjaman sebesar €3 miliar (setara dengan US$3,4 miliar) kepada Ukraina. Dana tersebut merupakan bagian dari paket bantuan pinjaman jangka panjang senilai €90 miliar yang disiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan infrastruktur negara yang terdampak perang tersebut. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, dalam pembukaan konferensi pemulihan pasca-perang di Polandia.
Konferensi ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan para pemimpin kunci Eropa, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Pertemuan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum penggalangan dana, tetapi juga mengirimkan pesan geopolitik yang kuat kepada Rusia bahwa negara-negara Barat tetap berkomitmen penuh untuk mendukung Ukraina dalam jangka waktu yang panjang.
Dalam pidatonya, Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menekankan bahwa Ukraina harus terus berinovasi di tengah tekanan perang demi mempertahankan kelangsungan hidup negara. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan finansial yang terus mengalir, yang menurutnya telah menjadi kekuatan krusial bagi ketahanan nasional Ukraina dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sangat berat akibat invasi.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan kembali komitmen finansial Uni Eropa yang tidak tergoyahkan. Pernyataan ini muncul hanya selang beberapa hari setelah Ukraina secara resmi memulai negosiasi aksesi keanggotaan Uni Eropa pada 15 Juni. Hal ini menunjukkan integrasi Ukraina yang semakin erat dengan blok Eropa, baik secara politik maupun ekonomi.
Sejak awal invasi skala penuh oleh Rusia pada Februari 2022, negara-negara anggota Uni Eropa telah memberikan total bantuan ekonomi, finansial, dan militer sebesar €200 miliar. Komisi Eropa juga telah menyetujui tambahan bantuan sebesar €90 miliar yang akan disalurkan selama dua tahun ke depan dalam bentuk pinjaman dukungan, yang dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi Ukraina.
Lebih lanjut, Ursula von der Leyen menambahkan bahwa Uni Eropa akan segera mencairkan tahap kedua dari pinjaman tersebut sebesar €6 miliar dalam beberapa hari ke depan. Dana tambahan ini secara khusus dialokasikan untuk sektor strategis, yaitu pengembangan dan produksi drone, yang menjadi komponen vital bagi pertahanan dan keamanan Ukraina dalam dinamika medan perang modern saat ini.