Internasional

Victor Willis, Vokalis Utama Village People dan Pencipta Lagu YMCA, Tutup Usia pada 74 Tahun

Victor Willis, Vokalis Utama Village People dan Pencipta Lagu YMCA, Tutup Usia pada 74 Tahun

Ringkasan

  • Vokalis utama Village People, Victor Willis, meninggal dunia pada usia 74 tahun.
  • Ia dikenal sebagai sosok di balik lagu ikonik YMCA.

Dunia musik internasional tengah berduka atas kepergian Victor Willis, vokalis utama grup musik disko legendaris Village People. Willis dikabarkan meninggal dunia pada usia 74 tahun, Selasa (30/6/2026), setelah berjuang melawan penyakit yang menyerang secara singkat namun agresif. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh sang istri melalui unggahan resmi di media sosial Facebook pada Rabu (1/7/2026).

Lahir di Texas, Willis dikenal sebagai salah satu pendiri Village People yang membawa warna baru dalam industri musik dunia pada akhir era 1970-an. Bersama grupnya, ia melahirkan deretan lagu hits ikonik seperti YMCA, In The Navy, dan Macho Man. Lagu-lagu tersebut tidak hanya mendominasi lantai dansa global, tetapi juga menjadi simbol budaya pop yang sangat berpengaruh pada masanya.

Village People dikenal luas berkat penampilan panggung yang flamboyan dengan kostum tematik yang mewakili berbagai karakter maskulin seperti pekerja konstruksi, polisi, koboi, hingga tentara. Konsep kreatif ini berhasil menarik perhatian audiens, terutama komunitas LGBTQ, yang menjadikan YMCA sebagai salah satu lagu kebangsaan mereka hingga saat ini.

Sepanjang kariernya, Willis sempat mengalami pasang surut kehidupan, termasuk perjuangannya melawan ketergantungan obat terlarang. Meski sempat meninggalkan grup pada tahun 1980, Willis memutuskan untuk kembali bergabung dengan Village People pada tahun 2017, membawa kembali nostalgia bagi para penggemar setianya di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, lagu YMCA kembali mencuat ke permukaan publik setelah sering digunakan dalam kampanye politik mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penggunaan lagu ini sempat memicu perdebatan mengenai makna lagu tersebut di tengah polarisasi politik, di mana pihak sayap kanan AS kerap menggunakan lagu tersebut dalam berbagai acara resmi.

Menanggapi polemik tersebut, Willis sempat memberikan pernyataan bahwa ia memilih untuk memberikan kesempatan kepada kebijakan Trump. Namun, ia juga menegaskan bahwa Village People akan tetap menjadi pihak pertama yang bersuara jika kebijakan pemerintahan mendatang terbukti membatasi hak-hak komunitas LGBTQ yang selama ini telah menjadi pendukung setia karya-karyanya.

Mengapa Ini Penting

Kepergian Victor Willis menandai berakhirnya era keemasan disko yang dampaknya masih terasa hingga industri hiburan modern saat ini. Bagi pembaca di Indonesia, sosok ini menjadi pengingat bagaimana karya seni musik dapat melampaui batas budaya dan menjadi alat ekspresi sosial yang kuat di panggung politik global.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit