Vietnam kini tengah menerapkan serangkaian kebijakan insentif yang ambisius untuk mendorong pasangan muda agar memiliki lebih banyak anak. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah untuk membalikkan tren penurunan tingkat kesuburan yang terjadi secara drastis di negara Asia Tenggara tersebut. Kebijakan baru ini menandai berakhirnya era aturan dua anak yang sebelumnya telah lama diterapkan dan resmi dihapuskan tahun lalu.
Undang-undang kependudukan terbaru yang mulai berlaku efektif sejak 1 Juli menawarkan berbagai kemudahan untuk memotivasi keluarga agar memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih besar. Pemerintah Vietnam menyadari bahwa tanpa intervensi yang kuat, struktur demografi negara akan terancam oleh penurunan jumlah tenaga kerja produktif di masa depan. Fokus utama pemerintah adalah menyeimbangkan kembali piramida penduduk yang mulai menua dengan cepat.
Di antara paket insentif yang ditawarkan adalah perpanjangan masa cuti melahirkan hingga tujuh bulan bagi ibu yang melahirkan anak kedua. Selain itu, pemerintah memberikan subsidi penuh untuk pemeriksaan prenatal dan skrining bayi baru lahir. Dukungan finansial berupa bonus tunai hingga 6 juta dong atau sekitar US$228 juga disiapkan, serta prioritas hunian bagi pasangan muda yang telah memiliki dua anak sebelum menginjak usia 35 tahun.
Tingkat kesuburan di Vietnam sempat merosot ke angka rekor terendah, yakni 1,91 kelahiran per wanita pada tahun 2024. Meskipun sempat mengalami kenaikan tipis menjadi 1,93 pada tahun berikutnya, angka tersebut masih berada jauh di bawah tingkat penggantian populasi sebesar 2,1 yang diperlukan untuk menjaga stabilitas jumlah penduduk secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kementerian Kesehatan Vietnam telah menetapkan target ambisius untuk mencapai tingkat kesuburan penggantian selambat-lambatnya pada tahun 2030. Namun, para pengamat menilai bahwa mencapai target tersebut bukanlah tugas yang mudah di tengah perubahan gaya hidup dan beban ekonomi yang dihadapi keluarga muda di perkotaan besar Vietnam. Tekanan biaya hidup dan aspirasi karier menjadi tantangan utama yang harus dipecahkan oleh kebijakan pemerintah ini.
Saat ini, hampir satu dari tujuh penduduk Vietnam berusia di atas 60 tahun, sebuah indikasi nyata dari fenomena penuaan penduduk yang mulai mengkhawatirkan. Proyeksi pemerintah bahkan menunjukkan bahwa pada pertengahan abad ini, jumlah penduduk lanjut usia bisa mencapai proporsi satu dari empat orang. Fenomena ini tidak hanya menekan sistem kesehatan nasional tetapi juga mengancam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi negara dalam jangka panjang.