Berita

Viral Aksi Konvoi Bersenjata Tajam di Medan, Polisi Berikan Penjelasan

Viral Aksi Konvoi Bersenjata Tajam di Medan, Polisi Berikan Penjelasan

Ringkasan

  • Video viral konvoi pemuda bersenjata tajam di Medan memicu keresahan warga.
  • Polisi memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian.

Sebuah rekaman video yang menampilkan sekelompok pemuda tengah melakukan konvoi dengan membawa senjata tajam di kawasan Fly Over Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan tersebut, terlihat puluhan pemuda mengendarai sepeda motor secara beriringan di atas flyover, yang memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat mengenai keamanan jalan raya.

Video yang beredar luas itu memperlihatkan kelompok tersebut berhenti di pinggir jalan sebelum akhirnya melakukan pengejaran terhadap seorang pengendara motor yang melintas. Korban yang terlihat panik berusaha melarikan diri dari kejaran para pelaku yang mengacungkan senjata tajam. Aksi yang dilakukan pada siang hari ini menimbulkan keresahan karena dilakukan di tengah aktivitas masyarakat yang sedang padat.

Narasi yang menyertai unggahan video tersebut menyebutkan bahwa kelompok ini merupakan kawanan begal yang terorganisir. Mereka diduga kerap beroperasi secara berkelompok untuk menyasar barang berharga maupun kendaraan milik warga. Unggahan tersebut mencerminkan kekhawatiran publik terhadap tingkat kriminalitas jalanan yang dianggap semakin berani menantang aparat penegak hukum di wilayah Medan.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra, memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, rombongan yang terlihat dalam video tersebut hanya melintas di wilayah hukum Medan Barat dan tidak melakukan aksi penyerangan di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, Kompol Made menjelaskan bahwa insiden dalam rekaman tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Juni 2026, namun baru kembali viral di awal Juli 2026. Menurutnya, kelompok tersebut diduga berasal dari wilayah Belawan dan melewati tiga lokasi berbeda, yakni Medan Timur, Medan Barat, hingga akhirnya ke arah Helvetia. Pihak kepolisian sempat menerima laporan melalui layanan 110, namun saat petugas tiba di lokasi, rombongan tersebut sudah tidak berada di tempat.

Terkait penyelidikan lebih mendalam mengenai dugaan tindakan kriminalitas yang melibatkan senjata tajam, pihak Polsek Medan Barat mengarahkan agar koordinasi dilakukan dengan tim khusus dari Polrestabes Medan. Sementara itu, Polsek Medan Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya preventif melalui intensifikasi patroli rutin guna memastikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di wilayah hukum mereka.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti kerentanan keamanan publik di kota-kota besar yang semakin sering terekam oleh kamera warga dan viral di media sosial. Hal ini menuntut respons cepat dari aparat penegak hukum serta pentingnya sistem pengawasan kota berbasis teknologi untuk mencegah tindakan kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit