Sebuah fenomena unik sekaligus inovatif muncul dari sektor pertanian di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di mana seorang petani terlihat menggunakan moda transportasi udara berupa drone untuk mobilisasi dari dan menuju lahan perkebunan. Video yang memperlihatkan momen tersebut kini tengah viral di berbagai platform media sosial dan menarik perhatian publik luas.
Berdasarkan keterangan dari pemilik akun sekaligus Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto, peristiwa tersebut direkam di salah satu lahan miliknya yang berlokasi di Kecamatan Merakurak. Penggunaan teknologi drone ini bukan sekadar pamer kemewahan, melainkan solusi pragmatis atas tantangan geografis yang dihadapi para pekerja di lapangan.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat drone berukuran besar mampu mengangkut seorang petani dari tengah lahan pertanian menuju area parkir kendaraan. Jarak tempuh perjalanan udara tersebut diperkirakan mencapai 1,5 kilometer, sebuah efisiensi waktu yang signifikan dibandingkan jika harus berjalan kaki melintasi medan yang sulit dijangkau.
Budianto menjelaskan bahwa inisiatif penggunaan drone ini bermula dari kebutuhan mendesak terkait sistem pengairan lahan pertanian. Mengingat lokasi lahan yang tidak memiliki akses jalan yang memadai untuk kendaraan konvensional, teknologi drone kemudian dimodifikasi fungsinya untuk mempermudah mobilitas pekerja sekaligus memantau kondisi lahan secara lebih efektif.
Investasi teknologi yang dilakukan oleh perusahaan ini tergolong cukup besar. Budianto mengungkapkan bahwa harga satu unit drone yang digunakan untuk mengangkut penumpang tersebut berkisar antara Rp320 juta hingga Rp350 juta. Angka tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi canggih untuk memodernisasi cara kerja sektor pertanian tradisional di Indonesia.
Penggunaan drone untuk transportasi manusia di sektor pertanian ini menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi otonom mulai merambah ke sektor-sektor yang selama ini dianggap konvensional. Meski penggunaan drone untuk penumpang masih memerlukan regulasi ketat terkait keselamatan penerbangan, langkah yang dilakukan di Tuban ini memberikan gambaran masa depan logistik dan transportasi di wilayah dengan aksesibilitas rendah.