Sebuah video yang memperlihatkan aksi petugas patroli pengawal (patwal) memepet kendaraan warga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, mendadak viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar luas, disebutkan bahwa insiden tersebut melibatkan rombongan kendaraan dengan pelat nomor RI 21, yang diduga merupakan mobil dinas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rini Widyantini.
Peristiwa ini pertama kali mencuat melalui akun Instagram @jakarta24jam.id. Berdasarkan keterangan pengemudi yang menjadi korban, insiden terjadi saat ia sedang mengantre untuk berbelok di persimpangan Jalan Pintu 1 Senayan. Pengemudi tersebut mengaku sudah melakukan perhitungan matang sebelum bermanuver karena merasa jarak antara kendaraannya dengan iring-iringan RI 21 masih cukup jauh.
Namun, situasi berubah tegang ketika pengemudi tersebut sudah berada di tengah proses belok. Ia mengaku dipepet secara agresif oleh motor petugas patwal yang mengawal rombongan RI 21 hingga dipaksa untuk berhenti. Pengemudi tersebut mengungkapkan bahwa tindakan petugas di lapangan dinilai membahayakan, mengingat kendaraannya sudah berada di titik yang tidak memungkinkan untuk melakukan pengereman mendadak.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi di ruang publik, Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigjen Komarudin, menyatakan bahwa pihaknya telah memantau video tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan pendalaman mendalam terkait prosedur pengawalan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan. Komarudin menegaskan bahwa setiap tindakan pengawalan harus tetap menjunjung tinggi profesionalisme sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak kepolisian berencana memanggil petugas patwal yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Proses evaluasi ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau tindakan berlebihan dalam pengawalan pejabat negara. Komarudin berharap kejadian ini menjadi bahan perbaikan agar prosedur pengawalan ke depan dapat dilakukan dengan lebih humanis dan tetap menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara. Komarudin berpesan agar pengendara tidak melakukan perekaman video menggunakan ponsel saat sedang mengemudi, guna menghindari kecelakaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian PAN RB terkait insiden yang melibatkan kendaraan dinas menteri tersebut.