Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pengendara motor yang arogan di Jalan Kartini, Kota Depok, tengah viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, pengendara motor tampak melintas di atas trotoar yang seharusnya dikhususkan bagi pejalan kaki, bahkan ia kedapatan melawan arah. Saat ditegur oleh seorang pejalan kaki, pengendara yang mengenakan baju batik tersebut justru bersikap defensif dan mengeklaim dirinya sebagai anggota TNI untuk membenarkan tindakannya.
Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari publik, mengingat perilaku melanggar aturan lalu lintas di trotoar sudah sangat meresahkan masyarakat. Perekam video dengan tegas mengingatkan bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki, bukan jalur untuk kendaraan bermotor. Namun, pengendara tersebut justru sempat turun dari kendaraannya dan menghampiri perekam dengan nada menantang, sembari menegaskan identitas palsunya sebagai anggota militer.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak TNI segera melakukan penelusuran lapangan guna memastikan kebenaran klaim tersebut. Kolonel Ginanjar Wahyutomo saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (5/7) menyatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan mendalam, pria yang ada dalam video tersebut dipastikan bukan anggota TNI. Pihaknya menegaskan bahwa identitas yang digunakan pelaku adalah bohong demi menakut-nakuti masyarakat.
Berdasarkan hasil klarifikasi lebih lanjut, pelaku diketahui bernama Syaiful Anwar dan berprofesi sebagai karyawan swasta di bagian pemasaran atau marketing. Pihak TNI telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan resmi terkait pencatutan nama institusi militer dalam insiden pelanggaran lalu lintas tersebut. Tindakan tegas ini dilakukan untuk menjaga marwah institusi TNI di mata masyarakat luas.
Tidak lama setelah videonya viral dan memicu kemarahan netizen, Syaiful Anwar akhirnya membuat video klarifikasi didampingi oleh dua anggota TNI. Dalam keterangannya, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya hanyalah warga sipil biasa. Ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI karena telah mencemarkan nama baik dengan mengaku-ngaku sebagai anggota saat melakukan pelanggaran.
Selain kepada institusi militer, Syaiful juga menyampaikan permohonan maaf kepada pejalan kaki yang ia rugikan. Ia mengakui kesalahannya karena telah melanggar aturan lalu lintas dengan berkendara di trotoar serta melawan arah. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan identitas palsu untuk melegitimasi tindakan yang melanggar hukum di ruang publik.