Internasional

Wali Kota New York Nobar Piala Dunia Bersama Narapidana Rikers

Ringkasan

  • Wali Kota New York Zohran Mamdani nobar Piala Dunia 2026 dengan napi Rikers Island pada 15/7 demi pengakuan warga.

Wali Kota New York Zohran Mamdani menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 bersama narapidana di kompleks penjara Rikers Island pada Rabu (15/7). Kehadirannya saat laga Inggris melawan Argentina menjadi simbol pengakuan bahwa para tahanan tetaplah warga kota tersebut.

Mamdani mampir ke Rikers Island ketika para narapidana tengah menonton via proyektor besar di gimnasium. Ia menyampaikan pesan bahwa status sebagai penghuni jeruji besi tidak menghapus identitas mereka sebagai bagian dari New York. "Piala Dunia telah menjadi momen ajaib bagi seluruh kota. Mereka adalah warga New York, dan mereka akan tetap menjadi warga New York ketika keluar dari Rikers," ujarnya.

Kunjungan itu terjadi di tengah gelaran nobar yang digagas pengelola lapas sejak turnamen bulan lalu. Rikers Island mencatat sekitar 90 acara nonton bareng dengan partisipasi 4.500 dari total 6.600 narapidana. Sebagian dari mereka mendapat privilegi menonton semifinal karena dinilai berperilaku teladan selama di dalam sel.

Pemberian akses hiburan ini bukan sekadar kegiatan sampingan. Komisaris Lembaga Pemasyarakatan Stanley Richards menegaskan bahwa program serupa memiliki tingkat keamanan setara operasional penjara harian. "Yang kami katakan kepada mereka adalah bahwa Anda dilihat, didengar, dan dihargai," kata Richards.

Rikers Island sendiri memiliki reputasi buruk sebagai tempat yang padat dan kerap diliputi kekerasan. Kondisi tersebut sempat memaksa seorang hakim federal menunjuk manajer eksternal untuk membenahi sistem di dalamnya. Pemandangan nobar yang tertib pada Rabu lalu kontras dengan catatan kelam bertahun-tahun di fasilitas tersebut.

Latar belakang kebijakan ini bersumber dari undang-undang New York tahun 2019 yang mewajibkan penutupan Rikers. Mamdani berjanji menghormati mandat itu, namun ia memprediksi tenggat 2027 sulit dipenuhi akibat penundaan berbulan-bulan dalam pelaksanaan. Ruang nobar menjadi salah satu cara menjaga kewarasan tahanan sembari kota merancang transisi penutupan.

Bagi pembaca di Indonesia, pendekatan New York menyoroti debat soal reformasi pemasyarakatan. Sistem lapas di Tanah Air kerap diwarnai kelebihan kapasitas dan minim kegiatan rehabiliteratif bermakna. Program berbasis hak hiburan seperti di Rikers jarang ditemui, meski beberapa lembaga sudah mencoba pelatihan keterampilan.

Perbedaan mendasar terletak pada filosofi pemidanaan. Di AS, akses nonton bareng dianggap bagian dari menjaga kemanusiaan tahanan. Di Indonesia, narapidana lebih banyak diarahkan pada kerja produktif demi pengurangan masa hukuman而非 hiburan massal. Namun kedua sistem sama-sama berhadapan dengan stigma sosial saat warga binaan kembali ke masyarakat.

Mamdani menjadikan momen olahraga sebagai jembatan empati politik. Ia menolak narasi bahwa penjara hanya untuk mengasingkan pelaku kejahatan. Sebaliknya, ia menempatkan tahanan sebagai subjek yang masih terikat kontrak sosial dengan kota.

Richards menambahkan bahwa pengakuan terhadap tahanan berdampak pada perilaku internal. Penghargaan berupa nobar menjadi instrumen disiplin positif tanpa kekerasan. Data 4.500 peserta menunjukkan tingginya minat warga binaan atas kegiatan yang tidak merendahkan martabat.

Ke depan, nasib Rikers akan bergantung pada realisasi penutupan dan pemindahan tahanan ke fasilitas kecil di borough masing-masing. Mamdani diperkirakan akan mempertahankan program berbasis komunitas selama masa transisi. Tren humanisasi pemasyarakatan berpotensi memengaruhi kebijakan kota lain di AS.

Di Indonesia, gagasan nobar atau kegiatan kolektif serupa bisa diuji sebagai pendekatan tambahan selain vokasi. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas olahraga lokal mungkin menjadi jalan tengah. Tanpa perubahan struktural, hiburan semacam itu tetap akan bersifat simbolis belaka.

Mengapa Ini Penting

Berita ini relevan bagi Indonesia karena memicu refleksi atas sistem pemasyarakatan yang masih mengutamakan pengasingan而非 rehabilitasi bermartabat. Pendekatan hiburan kolektif di Rikers menunjukkan bahwa pengakuan kemanusiaan dapat menekan ketegangan internal lapas. Masyarakat luas di Tanah Air dapat menyoroti apakah lapas kita siap mengadopsi program serupa tanpa stigma. Implikasinya, diskursus pemidanaan humanis perlu masuk agenda reformasi hukum nasional.

Sumber Asli
CNN Indonesia Internasional
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit