Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengadakan pertemuan strategis dengan jajaran DPRD Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (6/7/2026). Pertemuan ini fokus membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat serta optimalisasi penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menjangkau masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Delegasi DPRD Teluk Wondama yang dipimpin oleh Wakil Ketua II Soleman JP Karubui dan Wakil Ketua III Amos Waropen hadir untuk berkonsultasi mengenai langkah konkret yang harus diambil pemerintah daerah. Pihak DPRD berinisiatif mengambil peran aktif untuk mendesak eksekutif agar segera merespons kebutuhan mendesak masyarakat, terutama bagi komunitas adat terpencil yang masih minim akses layanan dasar.
Dalam diskusi tersebut, Soleman menekankan bahwa masyarakat di Teluk Wondama sangat membutuhkan dukungan perumahan dan layanan dasar yang layak. DPRD berharap mendapatkan arahan teknis dari Kemensos agar mereka dapat mendorong pemerintah daerah menyusun proposal resmi yang sesuai dengan regulasi, sehingga bantuan dapat segera tersalurkan secara tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Wamensos Agus Jabo menegaskan bahwa setiap usulan program, baik untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) maupun Sekolah Rakyat, harus diajukan secara formal oleh pemerintah daerah melalui Bupati dan dinas terkait. Ia mengimbau DPRD untuk terus mengawal proses pengusulan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan secara akurat dan diakomodasi dalam rencana pembangunan daerah.
Agus Jabo juga menekankan pentingnya penggunaan DTSEN sebagai basis data utama dalam setiap intervensi sosial. Menurutnya, seluruh program pengentasan kemiskinan, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan, hingga pengembangan Sekolah Rakyat, harus merujuk pada data yang terintegrasi guna menghindari tumpang tindih dan masalah di lapangan.
Selain membahas pembangunan infrastruktur pendidikan, pertemuan tersebut menyoroti pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Agus Jabo mengungkapkan bahwa Kemensos terus memperbarui data secara berkala, termasuk untuk PBI-JK yang bersifat dinamis. Di Teluk Wondama sendiri, masih terdapat potensi kuota PBI-JK sebanyak 15 ribu peserta yang perlu segera dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.