Dua kapal perang milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok secara resmi meninggalkan Hong Kong pada Senin pagi, mengakhiri kunjungan diplomatik dan militer selama lima hari yang menyita perhatian publik. Momen pelepasan kapal perusak berpeluru kendali Nanning dan fregat berpeluru kendali Hengyang dilakukan melalui sebuah upacara khidmat di pangkalan angkatan laut Pulau Stonecutters.
Sejak pagi hari, puluhan warga lokal maupun wisatawan terlihat memadati area tepi laut. Mereka antusias menanti untuk menyaksikan detik-detik terakhir saat kedua kapal canggih tersebut melintasi Victoria Harbour menuju Tathong Channel di perairan timur. Bagi banyak warga, kesempatan melihat langsung alutsista modern ini menjadi pengalaman yang langka dan berkesan.
Dalam upacara pelepasan yang berlangsung di bawah guyuran hujan lebat, Kepala Sekretaris Hong Kong, Eric Chan Kwok-ki, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat dan gugus tugas angkatan laut yang dipimpin oleh kapal Nanning. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk penguatan hubungan antara militer dan masyarakat di wilayah tersebut.
Chan menyoroti pentingnya momen ini sebagai kesempatan bagi warga untuk melihat langsung kemajuan teknologi pertahanan yang dikembangkan secara mandiri oleh Tiongkok. Menurutnya, kehadiran kapal-kapal tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pencapaian militer negara yang kini semakin modern dan mumpuni dalam menjaga kedaulatan laut.
Lebih lanjut, Chan menekankan nilai edukasi patriotisme yang ditanamkan selama kunjungan lima hari tersebut. Melalui tur kapal dan interaksi langsung dengan para prajurit, masyarakat, khususnya generasi muda, diberikan wawasan mengenai operasional angkatan laut serta ketangguhan para personel militer dalam menjalankan tugas negara.
Ia berharap bahwa interaksi antara prajurit dan warga ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air yang lebih konkret di hati kaum muda. Dengan mengubah konsep patriotisme yang tadinya abstrak menjadi sesuatu yang nyata dan dapat dirasakan, pemerintah Hong Kong meyakini bahwa kunjungan ini memberikan dampak positif bagi stabilitas dan semangat nasionalisme di wilayah tersebut.