Internasional

WHO Nyatakan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Berakhir

WHO Nyatakan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Berakhir

Ringkasan

  • WHO resmi menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius berakhir setelah tidak ada kasus baru selama lima pekan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah hantavirus yang sempat melanda kapal pesiar MV Hondius. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pengarahan media di Jenewa pada Kamis (2/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah individu terakhir yang sempat menjalani masa karantina dinyatakan negatif dan diizinkan kembali ke kediaman masing-masing.

Keberhasilan ini didasarkan pada data epidemiologi yang menunjukkan nihilnya laporan kasus baru dalam kurun waktu lima pekan terakhir. Tercatat, sejak tanggal 25 Mei, tidak ada lagi transmisi penyakit yang dilaporkan di antara penumpang maupun awak kapal. Pencapaian ini menandai keberhasilan protokol kesehatan internasional yang diterapkan secara ketat selama masa inkubasi virus tersebut.

Wabah ini pertama kali terdeteksi pada 2 Mei, ketika International Health Regulations (IHR) National Focal Point Inggris melaporkan adanya klaster penyakit pernapasan akut yang parah di atas kapal berbendera Belanda tersebut. Kapal MV Hondius kemudian menjalani proses isolasi hingga akhirnya bersandar di pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada 18 Mei 2026 untuk penanganan medis lebih lanjut.

Data resmi mencatat total 13 kasus infeksi hantavirus yang dikonfirmasi selama masa wabah, dengan tiga di antaranya berujung pada kematian. Otoritas kesehatan global bergerak cepat dengan mengidentifikasi lebih dari 650 orang yang sempat melakukan kontak erat, memastikan setiap individu mendapatkan pemantauan medis yang diperlukan guna menekan penyebaran virus lebih luas.

Penanganan wabah ini menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi internasional. WHO memberikan apresiasi khusus kepada berbagai negara seperti Argentina, Tanjung Verde, Chile, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan Spanyol. Kerja sama lintas negara, terutama dalam memfasilitasi penurunan penumpang serta proses repatriasi yang aman di Tenerife, dianggap sebagai kunci utama dalam mengendalikan situasi darurat tersebut.

Meski wabah dinyatakan usai, WHO berkomitmen untuk memperdalam studi mengenai hantavirus. Saat ini, organisasi tersebut tengah mengoordinasikan penelitian skala besar yang melibatkan 21 negara. Fokus utama dari riset ini adalah memahami pola evolusi virus untuk mempercepat pengembangan alat diagnostik, terapi medis, serta vaksin yang lebih efektif dalam memitigasi risiko wabah serupa di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan penanganan wabah ini menunjukkan pentingnya sistem deteksi dini dan koordinasi lintas negara dalam menghadapi ancaman kesehatan global. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat krusial untuk memperkuat protokol kesehatan di sektor pariwisata internasional dan transportasi laut guna menjaga keamanan publik dari potensi penularan penyakit menular.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit