Pihak WNBA secara resmi menjatuhkan sanksi larangan bermain selama satu pertandingan terhadap pemain depan Phoenix Mercury, Alyssa Thomas. Keputusan ini diambil setelah liga melakukan peninjauan mendalam atas insiden fisik yang melibatkan guard Indiana Fever, Caitlin Clark, pada pertandingan yang berlangsung Rabu lalu. Thomas dinilai telah melakukan pelanggaran flagrant 2 karena secara sengaja melakukan kontak fisik berupa hantaman kepalan tangan ke area leher Clark.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan memasuki kuarter kedua dengan sisa waktu 6:52. Dalam sebuah perebutan bola di area lane, Clark terjatuh setelah berbenturan dengan pemain Phoenix lainnya, Lexi Held. Saat situasi sedang kacau, Thomas terlihat menekan kepalan tangannya ke arah tenggorokan Clark sebelum berdiri dan melangkah melewati pemain muda tersebut. Anehnya, wasit yang bertugas di lapangan tidak memberikan pelanggaran apa pun pada saat kejadian berlangsung.
Kebijakan WNBA memberikan wewenang kepada manajemen liga untuk meninjau kembali rekaman pertandingan setelah laga usai. Mereka memiliki otoritas untuk mengklasifikasikan ulang tindakan yang luput dari pengamatan wasit menjadi pelanggaran flagrant. Berdasarkan analisis video, pihak liga menyimpulkan bahwa tindakan Thomas merupakan kontak fisik yang ceroboh dan tidak dapat dibenarkan dalam standar permainan profesional.
Pelatih Indiana Fever, Stephanie White, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas insiden tersebut seusai pertandingan. Ia menekankan bahwa wasit seharusnya memberikan tindakan tegas di lapangan karena perilaku tersebut dinilai sangat tidak menghormati pemain lawan. Kegeraman White beralasan, mengingat tensi antara kedua tim memang sudah terlihat memanas sejak pertemuan mereka dua malam sebelumnya, di mana enam pelanggaran teknis sempat dijatuhkan.
Akibat sanksi ini, Alyssa Thomas dipastikan absen saat Phoenix Mercury melawat ke markas Toronto Tempo pada hari Sabtu mendatang. Thomas, yang merupakan pemain veteran dengan enam gelar All-Star, kini harus menerima konsekuensi dari tindakannya. Musim ini, pemain berusia 34 tahun tersebut mencatatkan performa impresif dengan rata-rata 14,7 poin, 8,4 assist, dan 6,6 rebound per pertandingan.
Di sisi lain, Caitlin Clark yang menjadi korban insiden tersebut terpaksa meninggalkan pertandingan lebih awal pada kuarter ketiga karena mengalami masalah pada punggungnya. Clark, bintang muda berusia 24 tahun yang telah dua kali masuk jajaran All-Star, saat ini mencatatkan statistik karier terbaiknya dengan rata-rata 21,2 poin. Pertandingan antara Indiana Fever dan Phoenix Mercury ini menyoroti kembali perlunya perlindungan atlet serta sportivitas di tengah kompetisi yang semakin kompetitif.