Presiden China, Xi Jinping, menegaskan bahwa Partai Komunis China (PKC) merupakan elemen kunci dalam mengarahkan bangsa di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Dalam pidato peringatan hari ulang tahun ke-105 partai tersebut di Great Hall of the People, Beijing, pada Rabu (1/7/2026), Xi menekankan perlunya kesiapan partai dalam menghadapi tantangan besar di masa depan.
Xi menggambarkan dunia saat ini telah memasuki periode turbulensi dan transformasi yang signifikan. Ia memperingatkan seluruh kader partai untuk selalu waspada terhadap berbagai risiko, termasuk potensi munculnya badai politik dan ekonomi yang dapat mengancam stabilitas nasional China di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Meski tidak merujuk langsung pada negara atau konflik spesifik, pernyataan Xi disampaikan di tengah implementasi Rencana Lima Tahun ke-15 China. Kebijakan ini dijalankan saat Beijing menghadapi tekanan ekonomi domestik, dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan Ukraina, serta persaingan strategis yang terus meningkat dengan Amerika Serikat.
Dalam pidato berdurasi sekitar 40 menit tersebut, Xi kembali menegaskan komitmen Beijing terhadap tujuan jangka panjang reunifikasi dengan Taiwan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kerangka kerja 'satu negara, dua sistem' bagi Hong Kong dan Makau, serta terus melanjutkan modernisasi militer dan kampanye pemberantasan korupsi di seluruh lapisan birokrasi partai.
Xi menyoroti enam kualitas utama yang diklaim sebagai kunci keberhasilan partai selama 105 tahun terakhir, termasuk pengejaran kebenaran, hubungan erat dengan rakyat, serta komitmen kuat terhadap reformasi diri. Menurutnya, karakteristik unik ini adalah kode rahasia yang tidak dimiliki oleh kekuatan politik lain, yang memungkinkan partai untuk terus memenangkan kepercayaan sejarah dan rakyat China.
Menutup pidatonya, Xi menyerukan kepada seluruh anggota partai untuk memperkuat keyakinan dan terus berjuang. Ia menekankan bahwa untuk memastikan partai tidak kehilangan jati diri atau keyakinannya, kader harus tetap memegang teguh prinsip-prinsip dasar yang telah teruji oleh waktu, sekaligus tetap adaptif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan menuntut ketangkasan strategis.