Internasional

Zlatko Dalic Resmi Latih Timnas Uni Emirat Arab Usai Tinggalkan Kroasia

Ringkasan

  • Mantan pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, resmi ditunjuk menjadi pelatih baru tim nasional Uni Emirat Arab setelah menyelesaikan tugasnya di Piala Dunia 2026.

Zlatko Dalic resmi ditunjuk sebagai nakhoda baru tim nasional Uni Emirat Arab (UEA). Kepastian ini diumumkan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Uni Emirat Arab (UAEFA) melalui pernyataan resmi di media sosial X, Rabu (12/8), menandai kembalinya juru taktik berusia 59 tahun itu ke kawasan Timur Tengah setelah petualangan panjangnya di Eropa.

Keputusan Dalic menerima pinangan UEA diambil hanya berselang satu bulan setelah ia mengakhiri masa baktinya bersama timnas Kroasia. Perpisahan tersebut terjadi tepat setelah langkah Kroasia terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026, menyusul kekalahan menyakitkan 1-2 dari Portugal di Toronto, Kanada. Kegagalan tersebut menjadi titik akhir dari era keemasan Kroasia di bawah asuhannya.

Bagi Dalic, UEA bukanlah tempat asing. Ia memiliki rekam jejak sukses di negara tersebut, terutama saat menukangi klub Al Ain pada 2015. Kala itu, ia berhasil mengantarkan Al Ain meraih gelar juara liga domestik, sebuah pencapaian yang memperkuat reputasinya sebagai pelatih dengan pemahaman taktik mumpuni di lingkungan sepak bola Arab.

Selama sembilan tahun memimpin Kroasia, Dalic dikenal sebagai arsitek yang mampu mengangkat derajat tim dari negara kecil menjadi kekuatan menakutkan di panggung dunia. Puncak prestasinya meliputi keberhasilan menembus final Piala Dunia 2018, menempati posisi ketiga pada Piala Dunia 2022, serta mencapai final UEFA Nations League tahun 2023.

Transisi karier Dalic ke UEA dipandang sebagai langkah strategis untuk meregenerasi performa tim nasional mereka. UAEFA menaruh harapan besar agar sentuhan tangan dingin pria kelahiran Livno ini dapat memberikan dampak instan, mengingat mereka sedang bersiap menghadapi persaingan ketat di Grup E pada ajang Piala Asia AFC 2027 mendatang.

Dalam peta persaingan Piala Asia 2027, UEA tergabung dalam grup yang cukup menantang bersama Korea Selatan, Vietnam, dan Yaman. Kehadiran Dalic diharapkan mampu membawa stabilitas taktis dan mentalitas pemenang yang telah ia terapkan di Eropa, guna menembus dominasi tim-tim papan atas Asia lainnya.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah Dalic ini memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana seorang pelatih top dunia membangun karier di luar zona nyaman. Fenomena pelatih berkaliber Piala Dunia yang hijrah ke Asia menunjukkan bahwa peta kekuatan sepak bola global kini semakin cair, di mana liga dan tim nasional Asia mulai berani berinvestasi pada pelatih dengan profil tinggi.

Di Indonesia sendiri, tren mendatangkan pelatih asing dengan rekam jejak internasional memang sedang gencar dilakukan untuk meningkatkan kualitas tim nasional. Perbandingan antara standar kepelatihan yang dibawa Dalic ke UEA dengan pendekatan Shin Tae-yong di Indonesia menunjukkan kesamaan dalam hal disiplin taktik dan pengembangan pemain muda di bawah tekanan kompetisi internasional.

Kehadiran sosok sekaliber Dalic di Asia juga berdampak pada peningkatan kualitas kompetisi regional. Ketika timnas seperti UEA mampu mengamankan jasa pelatih yang baru saja memimpin tim di Piala Dunia, hal ini memaksa negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk terus meningkatkan standar teknis dan manajerial sepak bola mereka agar tidak tertinggal.

"Kami menyambut Zlatko Dalic dengan tangan terbuka untuk memimpin tim nasional," tulis pihak federasi UEA dalam pengumuman resmi mereka. Kalimat singkat tersebut mencerminkan optimisme tinggi bahwa Dalic adalah orang yang tepat untuk membawa perubahan signifikan bagi masa depan sepak bola UEA di panggung internasional.

Langkah selanjutnya bagi Dalic adalah segera melakukan evaluasi mendalam terhadap materi pemain yang ada. Dengan jadwal pertandingan internasional yang semakin padat, ia dituntut untuk segera merumuskan formasi ideal yang mampu mengakomodasi gaya permainan cepat dan efisien yang menjadi ciri khasnya selama ini.

Ke depannya, eksperimen Dalic di UEA akan menjadi tolok ukur bagi banyak tim nasional Asia lainnya. Jika ia berhasil membawa UEA melaju jauh di Piala Asia 2027, bukan tidak mungkin tren perekrutan pelatih asal Eropa Timur akan semakin diminati oleh federasi-federasi di Asia yang mendambakan prestasi instan melalui tangan dingin para ahli strategi berpengalaman.

Mengapa Ini Penting

Penunjukan Zlatko Dalic menegaskan ambisi besar negara-negara Asia dalam meningkatkan level kompetitif tim nasional mereka melalui pelatih berstandar Piala Dunia. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level Asia akan semakin berat dan menuntut peningkatan kualitas taktik yang konsisten. Tren ini juga menunjukkan pergeseran kiblat sepak bola di mana Asia mulai menjadi destinasi utama bagi pelatih papan atas dunia untuk menanamkan filosofi mereka.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
12 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit