Nasional

Lebih dari 120 Titik Nobar Final Piala Dunia 2026 di Bengkulu

Ringkasan

  • TVRI catat 120+ titik nobar final Piala Dunia 2026 di Bengkulu Minggu malam untuk hibur warga dan dorong UMKM.

TVRI mencatat lebih dari 120 titik nonton bareng final Piala Dunia 2026 tersebar di seluruh kabupaten dan kota Provinsi Bengkulu pada Minggu malam. Kegiatan tersebut digelar sebagai wadah hiburan publik sekaligus penggerak ekonomi lokal menjelang laga pamungkas turnamen empat tahunan itu.

Data sementara yang masuk ke sistem TVRI menunjukkan antusiasme warga Bengkulu sangat tinggi. Titik nobar tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi, tetapi menjangkau kecamatan hingga lingkungan rukun tetangga dan rukun warga. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci kelancaran distribusi acara hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman.

Di Kota Bengkulu, sejumlah lokasi berskala besar dipersiapkan dengan protokol keamanan dan pasokan listrik khusus. Kawasan Simpang Lima, halaman TVRI Bengkulu di Jalan Basuki Rahmat, serta Studio TVRI Bentiring menjadi pusat keramaian utama. Pelaku usaha dan pengurus RT/RW juga membuka titik nobar mandiri di lingkungan masing-masing.

Meningkatnya minat masyarakat bukan sekadar euforia olahraga. Pada babak semifinal, jumlah penonton di lokasi nobar TVRI Bengkulu sudah menembus angka lebih dari 1.000 orang. Angka tersebut menjadi indikator bahwa televisi publik masih memegang peran sentral dalam menghubungkan warga, terutama di daerah dengan akses streaming terbatas.

Kehadiran pejabat daerah memperlihatkan dimensi sosial politik dari ajang ini. Gubernur Bengkulu, Wali Kota Bengkulu, Kapolda, Danrem, Danlanal, serta unsur Forkopimda lainnya dijadwalkan hadir di Simpang Lima. Kehadiran mereka menegaskan bahwa nobar menjadi ruang kohesi sosial lintas elemen masyarakat.

Dari sudut pandang industri olahraga tanah air, fenomena nobar massal di Bengkulu mencerminkan kekuatan siaran gratis dalam mendemokratisasi akses pertandingan kelas dunia. Di tengah maraknya layanan over-the-top berbayar, TVRI membuktikan bahwa infrastruktur penyiaran tradisional tetap relevan untuk menjangkau publik luas. Hal ini penting mengingat tidak semua warga memiliki kuota internet stabil untuk menonton resolusi tinggi.

Dampak ekonomi dari kegiatan ini langsung terasa bagi usaha mikro kecil menengah. TVRI Bengkulu mengajak pelaku UMKM memanfaatkan tingginya kunjungan dengan berjualan di area nobar. Kepala TVRI Bengkulu Fonda Rafael menyebutkan sedikitnya 100 pelaku UMKM telah mendapat ruang usaha dan jumlah itu diproyeksi bertambah saat final.

Kolaborasi lintas institusi memperlihatkan model penyelenggaraan yang efisien. TVRI Bengkulu bekerja sama dengan RRI Bengkulu, LKBN ANTARA Biro Bengkulu, Telkomsel, PLN, TNI, dan Polri. Data lokasi nobar diserahkan kepada kepolisian dan PLN agar pengamanan serta kelancaran listrik terjamin selama pertandingan berlangsung.

Menurut Ketua Tim Perencana dan Pengendali Pengembangan Usaha sekaligus PIC Pendaftaran Nobar Piala Dunia Bola Gembira TVRI Bengkulu, Jusarman, antusiasme warga terus naik mendekati final. Ia menekankan bahwa seluruh kabupaten dan kota telah terlibat sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal menikmati momen tersebut.

Fonda Rafael menambahkan bahwa kolaborasi dengan ANTARA dan RRI tidak sekadar menghadirkan hiburan. Sinergi tersebut membuka peluang promosi sekaligus peningkatan penjualan UMKM melalui volume pengunjung yang tinggi di setiap titik nobar.

Ke depan, model nobar berbasis kemitraan daerah ini berpotensi dijadikan standar penyelenggaraan even nasional maupun internasional. Pasalnya, pendekatan ini menggabungkan fungsi layanan publik, keamanan, dan pemulihan ekonomi lokal dalam satu paket program.

Bengkulu juga menunjukkan bahwa daerah di luar pusat ekonomi Jakarta memiliki daya tarik pasar sendiri. Jika dikelola konsisten, nobar bisa menjadi instrumen pemerataan hiburan sekaligus penguatan UMKM di tengah kompetisi media digital yang semakin ketat.

Mengapa Ini Penting

Model nobar terpadu di Bengkulu menunjukkan siaran publik masih krusial untuk inklusi penonton di daerah dengan konektivitas digital lemah. Kolaborasi TVRI, TNI/Polri, dan PLN membuktikan penyelenggaraan olahraga bisa berdampak langsung pada perputaran ekonomi UMKM lokal. Pendekatan ini layak diadopsi kota lain agar euforia sepak bola tidak hanya dinikmati penonton layar berbayar. Bagi industri olahraga Indonesia, nobar massal adalah instrumen pemerataan akses sekaligus promosi bisnis rakyat.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
19 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit