Andy Burnham, tokoh yang digadang-gadang akan segera menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris, menyatakan komitmen tegasnya untuk memastikan pendanaan penuh bagi rencana investasi pertahanan negara. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap defisit anggaran sebesar 4,7 miliar poundsterling atau sekitar 6,2 miliar dolar AS yang mengancam keberlangsungan program modernisasi militer Inggris.
Dalam wawancara bersama program 'Tonight with Andrew Marr' di stasiun radio LBC, Burnham mengakui bahwa meskipun dirinya tidak terlibat dalam seluruh diskusi teknis mengenai rencana investasi tersebut, ia memandang penguatan pertahanan sebagai prioritas nasional yang harus disikapi dengan serius. Ia menegaskan akan memikul tanggung jawab penuh untuk mencari solusi pendanaan guna menutup celah anggaran yang ada jika ia resmi menduduki kursi kepemimpinan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Perdana Menteri Keir Starmer telah mengumumkan rencana peningkatan anggaran pertahanan sebesar 15 miliar poundsterling selama empat tahun ke depan, dengan total nilai mencapai hampir 300 miliar poundsterling. Langkah ini diambil sebagai upaya modernisasi angkatan bersenjata Inggris di tengah meningkatnya kekhawatiran global, terutama terkait potensi ancaman dari Rusia terhadap negara-negara anggota NATO di masa mendatang. Namun, ketidakpastian sumber pendanaan bagi sepertiga dari total rencana tersebut sempat memicu keraguan publik.
Burnham menekankan pentingnya membangun ketahanan nasional di tengah dinamika dunia yang terus berubah. Menurutnya, karakteristik ancaman keamanan global saat ini menuntut Inggris untuk lebih adaptif dan siap siaga. Ia menegaskan bahwa stabilitas anggaran pertahanan adalah fondasi utama untuk menghadapi tantangan keamanan yang tidak menentu.
Selain isu pertahanan, Burnham juga menyoroti arah kebijakan ekonomi dan sosial pemerintahannya. Ia menegaskan tidak akan melakukan pemotongan bantuan sosial secara drastis, yang menurutnya justru akan memperparah kemiskinan bagi masyarakat rentan. Sebagai alternatif, ia mengusulkan pendekatan jangka panjang, seperti pembangunan hunian rakyat yang lebih masif dan dukungan pendidikan non-universitas bagi generasi muda.
Menutup pernyataannya, Burnham mengisyaratkan adanya fleksibilitas dalam kebijakan perpajakan meskipun ia tetap berkomitmen pada janji-janji manifesto Partai Buruh yang memenangkan pemilu 2024. Ia membuka peluang untuk menyesuaikan pajak bisnis, termasuk potensi kenaikan pajak bagi sektor pergudangan dan pengembangan besar, serta penurunan tarif pajak bagi sektor usaha kecil seperti pub, sebagai upaya menyeimbangkan neraca keuangan negara.