Washington — Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Greg Casar, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap amendemen yang bertujuan untuk menghentikan penggunaan dana pembayar pajak AS dalam mendanai bantuan militer bagi Israel. Keputusan ini disampaikan Casar melalui pernyataan di platform media sosial X pada Senin, menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Casar, yang juga memegang peranan sebagai ketua Kaukus Progresif Kongres AS, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah Israel. Ia menuduh Israel telah melakukan serangkaian kejahatan perang di Gaza dan menilai tindakan tersebut telah menyeret Amerika Serikat ke dalam pusaran konflik yang lebih luas, termasuk ketegangan dengan Iran.
Amendemen yang menjadi perdebatan ini diusulkan oleh anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie. Usulan tersebut diintegrasikan ke dalam rancangan anggaran untuk Departemen Luar Negeri dan keamanan nasional AS. Jika amendemen ini berhasil disahkan dalam pemungutan suara mendatang, maka bantuan militer luar negeri senilai 3,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp58,71 triliun yang selama ini rutin diterima Israel terancam dihentikan.
Dalam pernyataannya, Casar menekankan bahwa dana pembayar pajak Amerika tidak seharusnya digunakan untuk membiayai pengadaan persenjataan bagi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Baginya, langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral atas situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.
Namun demikian, usulan amendemen tersebut memiliki batasan cakupan. Bantuan terpisah sebesar 500 juta dolar AS yang dialokasikan khusus untuk sistem pertahanan rudal Israel, termasuk Iron Dome, tidak termasuk dalam daftar pemangkasan anggaran yang diajukan oleh Massie. Hal ini menunjukkan adanya pengecualian strategis dalam kebijakan pertahanan yang diusulkan tersebut.
Selain itu, Casar mengakui adanya konsekuensi diplomatik dari amendemen ini, termasuk potensi pemangkasan dana sebesar 50 juta dolar AS untuk aktivitas diplomatik. Meskipun ia menyatakan preferensi untuk hanya menghentikan pendanaan militer, Casar tetap menegaskan bahwa memblokir bantuan militer bernilai miliaran dolar adalah prioritas utama yang harus dilakukan oleh parlemen Amerika Serikat saat ini.