Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan, menegaskan bahwa peran relawan memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dalam kegiatan 'Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila 2026' yang diselenggarakan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Maruli menekankan bahwa relawan memikul tanggung jawab moral untuk menyampaikan pemahaman Pancasila kepada khalayak luas. Ia menilai bahwa relawan harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai luhur ideologi bangsa tersebut.
Lebih lanjut, Maruli menyatakan bahwa relawan diharapkan mampu menjadi teladan nyata dalam membangun solidaritas sosial. Mereka bertugas menjaga kerukunan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta berperan aktif dalam mencegah benih-benih intoleransi, tindak kekerasan, dan perpecahan yang dapat mengancam stabilitas nasional.
Menurut pandangan Maruli, nilai-nilai Pancasila baru akan benar-benar hidup apabila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti melalui sikap saling menghargai perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama. Ketika masyarakat secara konsisten mempraktikkan gotong royong, maka esensi dari sila-sila Pancasila akan terinternalisasi dengan baik.
Maruli berharap kegiatan ini mampu melahirkan agen-agen perubahan yang efektif di berbagai lapisan, mulai dari lingkungan keluarga, tempat ibadah, hingga organisasi kemasyarakatan. Gerakan Kebajikan Pancasila harus dipandang sebagai inisiatif kolektif yang menyentuh berbagai aspek, termasuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan penguatan persaudaraan.
Ke depannya, ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, serta kelompok pemuda. Dengan tindakan yang konkret dan berkelanjutan, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi solusi nyata bagi permasalahan bangsa. Kegiatan ini sendiri berhasil menarik antusiasme sekitar 350 peserta dari berbagai elemen masyarakat di Deli Serdang.