Internasional

Anne Hathaway Puji Tom Holland Jadi 'Anak Impian' di Set The Odyssey Christopher Nolan

Ringkasan

  • Anne Hathaway memuji Tom Holland sebagai 'anak impian' saat bekerjasama di The Odyssey, film epik Christopher Nolan yang tayang Juli 2026.
  • Hathaway yang mengandung anak ketiga berharap anak-anaknya tumbuh seperti Holland.
  • Film ini dibintangi ensemble bintang seperti Matt Damon, Zendaya, Robert Pattinson, dan Charlize Theron.

Aktris berprestasi Anne Hathaway mengungkapkan kekagumannya terhadap rekan bermain Tom Holland saat konferensi pers film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey. Hathaway yang saat ini mengandung anak ketiganya menegaskan bahwa Holland mewakili kualitas pribadi yang ia harapkan untuk anak-anaknya sendiri. "Sebagai seorang ibu di kehidupan nyata, saya benar-benar berharap semua anak saya tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa seperti anak saya di layar," ujar Hathaway sambil menunjuk ke arah Holland, sebagaimana dilansir People, Sabtu (11/7) waktu setempat.

Komentar itu muncul ketika Hathaway ditanya mengenai dinamika perannya sebagai Penelope, ratu Ithaca yang menunggu pulangnya suaminya Odysseus, sementara Holland memerankan Telemachus, putra keduanya. Adaptasi epos klasik Homer ini menjadi proyek paling ambisius Nolan sejauh ini, menyoroti perjalanan pulang Odysseus selama sepulang tahun pasca Perang Troya. Hathaway menambahkan, "Tom itu seperti anak impian. Dan sejujurnya, itulah kuncinya. Kami memiliki naskah yang luar biasa dan para pemain yang brilian. Saya memang sangat menyukai Tom."

The Odyssey dikabarkan memiliki anggaran produksi melebihi 250 juta dolar AS, menjadikannya salah satu film paling mahal dalam filmografi Nolan. Ensemble pemainnya mencakup Matt Damon sebagai Odysseus, Zendaya, Robert Pattinson, Charlize Theron, Lupita Nyong'o, Elliot Page, Mia Goth, John Leguizamo, hingga musisi Travis Scott. Penyutradaraan Nolan yang dikenal dengan pendekatan praktis dan penggunaan kamera IMAX diharapkan menghadirkan spektakel visual yang mengesankan untuk epos kuno ini.

Bagi Hathaway, peran ini menandai kembalinya ke blockbuster berskala besar setelah The Dark Knight Rises (2012) dan Interstellar (2014) yang juga disutradarai Nolan. Pemenang Oscar ini telah menjalani transisi karir yang menarik: dari bintang remaja di The Princess Diaries, ke peran dramatis yang mengkritik industri di The Devil Wears Prada, hingga performa menyentuh di Les Misérables yang memberinya Akademi Award. Kehamilan ketiganya dari suami Adam Shulman — pasangan tersebut sudah memiliki dua putra, Jonathan (10) dan Jack (6) — tampak memberikan dimensi baru pada pemilihan peran sebagai ibu yang protektif dan penuh ketabahan.

Sementara itu, Tom Holland terus membuktikan versatilitasnya melebihi citra Peter Parker/Spider-Man yang melekat. Setelah menampilkan performa intens di The Devil All the Time (2020) dan Cherry (2021), kolaborasi dengan Nolan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kredibilitasnya sebagai aktor dramatik serius. Usianya yang relatif muda (28 tahun) dibandingkan rekan-rekan senior seperti Damon (53 tahun) dan Hathaway (41 tahun) menciptakan dinamika generasional yang menarik di layar, mencerminkan konflik Telemachus yang mencari identitas di bayang-bayang ayah legendaris.

Dari perspektif industri perfilman global, The Odyssey menjadi uji coba penting bagi model "event cinema" pasca-pandemi. Film-film Nolan secara konsisten menarik penonton ke bioskop: Oppenheimer (2023) meraup 975 juta dolar global tanpa rilis streaming bersamaan. Jadwal rilis 17 Juli 2026 menempatkan film ini di musim panas yang kompetitif, namun nama Nolan sendiri sudah menjadi brand jaminan kualitas. Distributor Universal Pictures berharap film ini mengulang sukses Dunkirk (2017) yang mengumpulkan 527 juta dolar dengan budget 100 juta dolar.

Di pasar Indonesia, film-film Nolan memiliki basis penggemar yang solid. Oppenheimer menarik 1,2 juta penonton di bioskop Indonesia — angka signifikan untuk film biografis berdurasi 3 jam dengan rating dewasa. The Odyssey dengan aksi, mitologi, dan bintang-bintang global berpotensi menembus segmen pasar yang lebih luas, termasuk keluarga dan penonton muda yang mengenal Holland dari MCU. Rilis Juli 2026 juga bertepatan dengan libur sekolah, menciptakan peluang tambahan untuk penayangan siang hari.

Lebih dari sekadar kolaborasi bintang, proyek ini menyoroti tren industri yang menarik: keberanian studio untuk berinvestasi pada adaptasi sastra klasik dengan skala blockbuster. Keberhasilan Dune (2021) dan Dune: Part Two (2024) membuktikan bahwa narasi kompleks dan filosofis tetap laku di era perhatian singkat. Nolan, dengan reputasinya mengutamakan pengalaman bioskop kolektif, berusaha mempertahankan relevansi layar lebar di tengah dominasi streaming. The Odyssey bisa menjadi penentu apakah epik kuno masih mampu memikat audiens modern tanpa dikompromikan.

Mengapa Ini Penting

The Odyssey menjadi indikator kesehatan industri bioskop global dan Indonesia pasca-pandemi, menguji apakah epik klasik dengan budget masif masih menarik penonton ke layar lebar. Keberhasilan film ini akan memengaruhi keputusan studio lain untuk mengadaptasi sastra kuno skala besar. Bagi penonton Indonesia, film ini menawarkan pengalaman sinematik premium dari sutradara yang secara konsisten menghadirkan spektakel visual yang layak ditonton di bioskop, bukan hanya di layar rumah.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit