Internasional

AS Perkuat Hubungan Bilateral melalui Dukungan Pelestarian Budaya di Indonesia

AS Perkuat Hubungan Bilateral melalui Dukungan Pelestarian Budaya di Indonesia

Ringkasan

  • Kedutaan Besar AS mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui platform Koleksi Jakarta dan program AFCP, mempererat hubungan bilateral antarnegara.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) secara resmi menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Indonesia melalui dukungan terhadap platform digital 'Koleksi Jakarta'. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menghormati identitas budaya lokal sekaligus mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara kedua negara.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, menjelaskan bahwa dukungan ini disalurkan melalui US Ambassador’s Fund for Cultural Preservation (AFCP). Program ini memiliki cakupan luas, mulai dari pelestarian bangunan bersejarah, situs arkeologi, koleksi museum, manuskrip kuno, hingga upaya penyelamatan bahasa daerah yang terancam punah di seluruh pelosok Indonesia.

Lebih lanjut, Ravetz menyoroti inovasi baru dalam program AFCP, yakni dukungan terhadap pelestarian tradisi kuliner melalui kolaborasi dengan organisasi Nusa Gastronomy. Organisasi ini berperan aktif dalam mengarsipkan resep-resep tradisional yang berusia ratusan tahun dan menghidupkannya kembali melalui publikasi buku masak agar dapat diakses oleh generasi mendatang.

Platform 'Koleksi Jakarta' sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Southeast Asia Museum Services (SEAMS). Platform digital ini diluncurkan di Museum Sejarah Jakarta dengan harapan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap koleksi sejarah dan budaya yang tersimpan di ibu kota.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama dan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi serta pembaruan berkala pada platform tersebut agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan publik.

Terkait pendanaan di masa depan, Ravetz menjelaskan bahwa AFCP menerapkan sistem kompetisi global bagi setiap proyek yang diajukan. Proyek-proyek dari Indonesia bersaing dengan inisiatif dari berbagai kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk mendapatkan pendanaan, sehingga standar kualitas dan urgensi pelestarian menjadi faktor penentu utama dalam seleksi proposal.

Mengapa Ini Penting

Dukungan ini menunjukkan pentingnya digitalisasi warisan budaya sebagai jembatan diplomasi yang memperkuat citra Indonesia di mata internasional. Selain itu, inisiatif ini memberikan standar baru bagi institusi lokal dalam mengelola arsip digital yang dapat diakses publik secara luas.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit