Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat secara resmi memperkuat digitalisasi sistem pembayaran di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Langkah strategis ini dilakukan melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk implementasi QRIS Cross Border untuk memfasilitasi transaksi lintas negara yang lebih aman, efisien, dan praktis bagi masyarakat maupun pelaku usaha di wilayah tersebut.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Reynaldi Akbar Ariesha, menyatakan bahwa penguatan ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam mendukung ekosistem keuangan digital yang inklusif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026 yang diselenggarakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, sebagai wujud nyata sinergi antarlembaga.
Program LENTERA Batas Negeri 2026 menjadi wadah kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, sektor perbankan, serta berbagai instansi vertikal lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebanksentralan di wilayah terdepan Indonesia, sekaligus memastikan masyarakat perbatasan mendapatkan akses layanan keuangan yang setara dengan wilayah perkotaan besar lainnya.
Menurut Reynaldi, kawasan perbatasan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi internasional. Oleh karena itu, dukungan sistem pembayaran yang modern menjadi kebutuhan mendesak. Penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi harian, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi negara di mata dunia.
Hingga Mei 2026, adopsi digitalisasi di Kalimantan Barat menunjukkan tren positif dengan jumlah merchant QRIS yang menembus angka 539 ribu. Mayoritas dari merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro, yang membuktikan bahwa teknologi pembayaran digital telah diterima secara luas oleh masyarakat sebagai sarana transaksi yang cepat dan aman dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Ke depannya, Bank Indonesia terus menggencarkan edukasi mengenai QRIS Cross Border agar aktivitas perdagangan lintas negara semakin terintegrasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM lokal di kancah internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan melalui kemudahan akses transaksi digital yang terpadu.