Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkomitmen penuh dalam menjaga keandalan pasokan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan roda logistik, aktivitas ekonomi, dan konektivitas antarwilayah di provinsi tersebut tetap berjalan optimal tanpa hambatan berarti.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya menegaskan bahwa Pontianak memegang peranan krusial sebagai pusat distribusi logistik utama di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, efisiensi penyaluran BBM di wilayah ini menjadi prioritas agar arus barang dan mobilitas masyarakat tetap terjaga kelancarannya sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Dalam upaya pengawasan, BPH Migas melakukan pemantauan ketat terhadap penyediaan BBM, mulai dari Integrated Terminal (IT) Pontianak hingga ke titik akhir penyaluran di berbagai SPBU. Wahyudi menekankan bahwa sebagai tulang punggung ekonomi, ketersediaan stok BBM harus selalu berada dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah aktivitas logistik yang kian meningkat.
Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan konsumsi BBM di Kalimantan Barat hingga Juni 2026. Tercatat, konsumsi Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti solar naik sebesar 6,5 persen, sementara Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen. Hal ini mencerminkan dinamika ekonomi daerah yang terus berkembang pesat.
Menanggapi peningkatan konsumsi tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM subsidi maupun kompensasi tetap tersedia dengan lancar. Fokus utama saat ini adalah memperkuat rantai pasok, melakukan mitigasi terhadap potensi hambatan distribusi, serta memastikan bahwa penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Saat ini, infrastruktur penyaluran BBM di Kalimantan Barat telah didukung oleh 151 SPBU, yang mencakup 75 SPBU di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), 42 Pertashop, serta 17 SPBU nelayan. Jaringan ini melayani kebutuhan masyarakat di dua kota dan 12 kabupaten, memastikan akses energi tetap merata hingga ke pelosok daerah.
Dalam kunjungan lapangan ke kawasan Pelabuhan Peti Kemas, Pontianak, BPH Migas juga memastikan ketepatan takaran dan ketersediaan stok secara langsung. Dialog dengan para operator SPBU dan pengemudi angkutan barang dilakukan untuk memvalidasi kondisi lapangan, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan BBM masih berada dalam batas wajar dan terkendali.