Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kolaborasi strategis dengan IPB University untuk menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan. Inisiatif ini dirancang untuk memaksimalkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memperkuat budaya keamanan pangan hingga ke wilayah pelosok desa di Indonesia.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sambutannya di Jakarta menyatakan bahwa mahasiswa akan bertindak sebagai mitra edukasi sekaligus pendamping bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan. Langkah ini diambil untuk mewujudkan ekosistem desa yang lebih sehat, sejahtera, dan memiliki daya saing yang tinggi melalui pengawasan pangan yang mandiri.
Taruna menyoroti bahwa tantangan keamanan pangan di Indonesia masih sangat signifikan dalam upaya menyongsong Indonesia Emas 2045. Masalah stunting dan peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya masih menjadi ancaman nyata. Selain itu, kerugian ekonomi akibat penyakit bawaan pangan mencapai angka fantastis, yakni puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.
Dalam program ini, mahasiswa mengemban tiga peran krusial. Pertama, sebagai kader edukasi yang memberikan pemahaman keamanan pangan kepada masyarakat. Kedua, sebagai fasilitator yang mendampingi UMKM dalam menerapkan praktik produksi pangan olahan yang baik guna memenuhi standar izin edar. Ketiga, sebagai penggerak yang memberdayakan kader lokal agar keamanan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan SKS akademik. Program ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat dan menerapkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Melalui interaksi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengasah empati sekaligus ketangguhan dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.
Pelaksanaan KKN Inovasi IPB ini berlangsung selama 40 hari, mulai dari 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Dengan mengedepankan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG), BPOM berharap jangkauan edukasi dapat meluas secara masif, sehingga standar keamanan pangan tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan, tetapi merata hingga ke desa-desa di seluruh pelosok negeri.