Pelatih tim nasional Uzbekistan, Fabio Cannavaro, berupaya keras melindungi anak asuhnya dari beban psikologis yang berat di ajang Piala Dunia. Menjelang laga krusial Grup K melawan Republik Demokratik Kongo, legenda sepak bola Italia ini menekankan pentingnya mentalitas yang kuat di tengah persaingan tingkat tinggi.
Uzbekistan saat ini berada dalam posisi sulit setelah menelan kekalahan beruntun dari Kolombia dan Portugal. Dengan catatan kebobolan delapan gol dalam dua pertandingan pembuka, skuad asuhan Cannavaro menyadari bahwa kemenangan atas Kongo pun belum tentu menjamin posisi mereka di babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Cannavaro, yang pernah merasakan gelar juara dunia sebagai kapten Italia pada 2006, mengaku telah memprediksi tantangan berat ini sejak awal pengundian grup. Ia secara terbuka menyatakan bahwa menghadapi tim dengan kualitas teknik dan fisik superior seperti Kolombia dan Portugal adalah ujian yang memang akan menguras energi dan mental para pemainnya.
Menatap laga melawan Kongo, Cannavaro melihat adanya peluang yang lebih realistis bagi timnya. Ia menilai lawan kali ini memiliki gaya permainan yang lebih seimbang dan berada dalam jangkauan kemampuan anak asuhnya, meski ia tetap mewaspadai pengalaman dan kekuatan fisik para pemain Kongo yang telah mengantongi satu poin dari hasil imbang melawan Portugal.
Proses pemulihan mental menjadi fokus utama sang pelatih dalam beberapa hari terakhir. Pasca kekalahan telak 5-0 dari Portugal, Cannavaro berupaya membersihkan pikiran pemainnya dari trauma kekalahan dengan mengingatkan bahwa menghadapi pemain kelas dunia seperti Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo adalah bagian dari proses pembelajaran yang tidak terjadi setiap hari.
Lebih lanjut, Cannavaro menegaskan bahwa kunci utama dalam turnamen sebesar Piala Dunia adalah kesiapan untuk menderita di lapangan. Ia memperingatkan skuadnya bahwa akan ada momen-momen sulit saat bertanding, dan jika mereka tidak siap secara mental untuk menghadapinya, maka tim akan terus mengalami kesulitan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.