Bisnis & Startup

Perusahaan Fintech India Cashfree Payments Perluas Layanan Pembayaran Lintas Negara

Perusahaan Fintech India Cashfree Payments Perluas Layanan Pembayaran Lintas Negara

Ringkasan

  • Cashfree Payments, fintech yang didukung SBI, berencana memperluas layanan ke investasi dan pembayaran perjalanan lintas negara untuk meningkatkan margin pendapatan.

Perusahaan fintech asal India, Cashfree Payments, yang didukung oleh State Bank of India (SBI), mengumumkan rencana strategis untuk memperdalam penetrasi bisnis pembayaran lintas negara (cross-border). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan transaksi internasional yang melibatkan sektor investasi luar negeri serta pembayaran untuk kebutuhan perjalanan.

CEO Cashfree Payments, Akash Sinha, menyatakan bahwa perusahaan kini tengah bersiap meluncurkan program percontohan untuk layanan investasi luar negeri, pembayaran perjalanan, serta layanan transaksi antarbisnis (B2B). Ekspansi ini menandai diversifikasi layanan perusahaan yang sebelumnya hanya berfokus pada pembayaran e-commerce lintas negara.

Dalam sebuah wawancara, Sinha menekankan bahwa pasar transaksi lintas negara merupakan ruang yang sangat potensial dan terus berkembang seiring dengan integrasi ekonomi India yang semakin erat dengan pasar global melalui berbagai perjanjian perdagangan. Tantangan utama bagi perusahaan saat ini adalah menciptakan produk yang tepat serta memastikan kepatuhan regulasi yang ketat.

Industri pembayaran di India memang tengah menunjukkan tren peningkatan fokus pada layanan lintas negara. Hal ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat India untuk tujuan pendidikan luar negeri, pariwisata, investasi, serta dinamika perdagangan global yang semakin dinamis. Sektor ini dianggap jauh lebih menguntungkan dibandingkan pemrosesan pembayaran domestik yang saat ini mengalami persaingan harga yang sangat ketat.

Berbeda dengan transaksi domestik, transaksi lintas negara menawarkan margin keuntungan yang lebih baik karena melibatkan pertukaran mata uang asing dan kepatuhan regulasi yang lebih kompleks. Cashfree, yang telah mengantongi lisensi agregator pembayaran lintas negara dari regulator keuangan India, menargetkan kontribusi pendapatan dari segmen ini mencapai 25 persen dalam tiga hingga empat tahun ke depan, naik dari porsi saat ini yang sebesar 10 persen.

Didirikan pada tahun 2015, Cashfree Payments saat ini memproses transaksi senilai 80 miliar dolar AS setiap tahunnya untuk lebih dari satu juta entitas bisnis. Dengan infrastruktur yang dirancang untuk membuat transaksi internasional menjadi lebih lancar, efisien, dan hemat biaya, perusahaan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem pembayaran global.

Mengapa Ini Penting

Ekspansi Cashfree menunjukkan pergeseran fokus fintech ke layanan lintas batas yang lebih menguntungkan dibandingkan pasar domestik yang jenuh. Bagi pelaku industri di Indonesia, model bisnis ini menjadi tolok ukur penting dalam memanfaatkan peluang dari tingginya mobilitas transaksi internasional serta kebutuhan akan solusi pembayaran global yang lebih efisien.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit