PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC saat ini tengah melakukan penataan besar-besaran di kawasan wisata Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan serta mendongkrak aktivitas pariwisata yang lebih variatif di Pulau Dewata. Penataan ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dasar yang berkelanjutan.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang lebih representatif bagi wisatawan. Selain pembaruan infrastruktur, ITDC juga berkomitmen menyediakan fasilitas yang mampu mendukung berbagai agenda wisata berskala besar, baik nasional maupun internasional, dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan di sekitar kawasan Peninsula Island.
Progres pembangunan saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Untuk akses menuju destinasi ikonik Water Blow, pengerjaan telah mencapai progres sebesar 78,5 persen. Water Blow sendiri merupakan salah satu daya tarik utama yang menampilkan keindahan deburan ombak memecah karang, yang selama ini menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan dan fotografer dunia.
Di sisi lain, ITDC juga mengebut pengerjaan infrastruktur pendukung lainnya, seperti peremajaan jalan, pembangunan akses menuju Pulau Nusa Dharma, serta sistem drainase dan pengelolaan limbah yang lebih modern. Area amphitheatre kini telah selesai sepenuhnya dengan penanaman rumput, sementara pemasangan batu andesit di area helipad juga telah rampung, menunjukkan komitmen ITDC dalam mengejar target penyelesaian proyek tepat waktu.
Secara keseluruhan, proyek yang kini memasuki minggu ke-25 ini telah mencapai kemajuan sekitar 23 persen. ITDC optimis bahwa setelah revitalisasi ini rampung, Peninsula Island akan menjadi ruang publik yang semakin ikonik dan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Bali di kancah global. Peningkatan kualitas kawasan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Lebih jauh lagi, penataan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan Nusa Dua. Dengan semakin banyaknya penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta wisata olahraga (sport tourism), ITDC memproyeksikan transformasi ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memperkuat ekosistem pariwisata terpadu di Indonesia.