Maskapai penerbangan nasional Hong Kong, Cathay Pacific Airways, secara resmi mengumumkan rencananya untuk kembali melayani rute penerbangan penumpang ke kawasan Timur Tengah mulai September mendatang. Keputusan ini diambil setelah operasional di wilayah tersebut dihentikan selama enam bulan akibat eskalasi konflik regional yang terjadi sejak awal tahun ini.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis lalu, pihak maskapai mengungkapkan bahwa mereka akan memulihkan operasional penumpang dan kargo secara bertahap. Langkah awal dimulai dengan pengaktifan kembali layanan penerbangan kargo menuju Riyadh, Arab Saudi, yang dijadwalkan beroperasi mulai 1 Agustus mendatang. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan konektivitas logistik antara Hong Kong dan Arab Saudi.
Memasuki bulan September, Cathay Pacific akan meningkatkan intensitas layanannya secara signifikan. Maskapai ini berkomitmen untuk membuka kembali penerbangan harian bagi penumpang menuju Dubai, Uni Emirat Arab. Selain itu, rute menuju Riyadh juga akan ditingkatkan menjadi layanan empat kali dalam sepekan, memberikan fleksibilitas lebih bagi para pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan.
Manajemen Cathay Pacific menyatakan bahwa tiket untuk rute-rute tersebut kini telah tersedia untuk dipesan oleh masyarakat umum. Meski demikian, pihak maskapai tetap menekankan komitmennya untuk terus memantau situasi keamanan di Timur Tengah secara ketat sebelum tanggal dimulainya kembali penerbangan, guna memastikan keselamatan kru dan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Langkah penghentian operasional sebelumnya dilakukan pada 28 Februari lalu, menyusul ketegangan yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selama periode tersebut, Cathay Pacific sempat beberapa kali memperpanjang masa penangguhan penerbangan karena pertimbangan stabilitas keamanan wilayah yang dinilai masih berisiko tinggi.
Kembalinya operasional Cathay Pacific ke Timur Tengah mencerminkan upaya maskapai untuk menormalisasi jaringan globalnya. Dengan kembalinya rute-rute strategis ini, Cathay Pacific berharap dapat memperkuat kembali posisinya sebagai penghubung utama bagi perjalanan internasional yang menghubungkan Asia dengan kawasan Timur Tengah yang terus berkembang secara ekonomi.