Israel memperingati 1.000 hari sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sebuah peristiwa yang memicu perang berkepanjangan di Jalur Gaza. Peringatan ini diisi dengan serangkaian upacara duka dan gelombang protes yang menuntut pemerintah untuk membentuk komisi penyelidikan negara atas kegagalan keamanan yang terjadi saat itu.
Rangkaian kegiatan dimulai tepat pada pukul 06.29 waktu setempat, waktu yang sama ketika gerakan militan Palestina tersebut meluncurkan serangan mendadak ke wilayah Israel. Warga di berbagai kota berkumpul untuk mengenang para korban, sementara keluarga sandera dan korban tewas menyatakan kekecewaan mendalam atas kurangnya akuntabilitas dari pihak otoritas.
Dina Hertz, seorang warga Yerusalem, mengungkapkan bahwa masyarakat masih merasakan trauma yang mendalam. Ia menegaskan bahwa hingga hari ke-1.000, penutupan atas tragedi ini belum tercapai karena pemerintah dinilai belum melakukan upaya serius untuk mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan sistem pertahanan negara.
Data resmi mencatat serangan Hamas tersebut mengakibatkan 1.221 orang tewas dan sekitar 251 sandera dibawa ke Gaza. Sementara itu, kampanye militer balasan Israel di Gaza telah menelan korban jiwa lebih dari 73.000 orang, menurut otoritas kesehatan setempat. Konflik ini terus menyisakan ketidakpastian bagi nasib para sandera yang masih ditahan.
Kelompok "Dewan Oktober", yang terdiri dari keluarga korban dan keluarga sandera, menjadi motor penggerak utama dalam aksi protes hari ini. Mereka mendesak pemerintah untuk segera membentuk komisi penyelidikan formal. Demonstrasi dijadwalkan berlangsung di depan gedung parlemen Israel dan di sekitar kediaman para pejabat tinggi pemerintah.
Di Tel Aviv, alun-alun yang dikenal sebagai "Hostages Square" rencananya akan berganti nama menjadi "Memory Square" sebagai simbol penghormatan bagi mereka yang terdampak. Sementara itu, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan bahwa momen ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang dipikul militer untuk terus berjuang di tengah tantangan yang masih terus berlanjut.