Pemerintah China secara resmi menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara mitra guna menghapus hambatan birokrasi yang menghambat mobilitas wisatawan internasional. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sun Yeli, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, dalam pertemuan tingkat menteri Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-13 yang diselenggarakan di Makau pada akhir pekan lalu.
Dalam pidatonya, Sun Yeli menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat di dalam komunitas APEC untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional. Ia menyoroti bahwa pengembangan pariwisata budaya yang berkualitas tinggi telah ditetapkan sebagai fokus utama dalam cetak biru pembangunan lima tahun China untuk periode 2026 hingga 2030.
China menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan kebijakan dengan pemerintah negara lain. Langkah konkret yang diusulkan mencakup perluasan kebijakan bebas visa timbal balik, penyederhanaan prosedur bea cukai yang lebih cepat, serta integrasi sistem pembayaran lintas batas yang lebih efisien bagi wisatawan mancanegara.
Selain itu, pemerintah China juga berkomitmen untuk memperbaiki skema pengembalian pajak bagi wisatawan yang akan meninggalkan negara tersebut. Berbagai langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan internasional secara signifikan, yang pada akhirnya diharapkan dapat memicu lonjakan arus kunjungan wisatawan global ke wilayah Asia-Pasifik.
Data menunjukkan bahwa hingga akhir tahun lalu, China telah menjalin kesepakatan bebas visa timbal balik dengan 29 negara dan secara sepihak menawarkan akses bebas visa bagi pelancong dari 48 negara. Kebijakan transit bebas visa selama 240 jam juga telah diimplementasikan di 65 pelabuhan masuk, sebuah langkah yang dinilai sangat progresif dalam memangkas birokrasi perjalanan.
Pertemuan di Makau ini dihadiri oleh para menteri pariwisata dari berbagai yurisdiksi, termasuk Hong Kong, yang turut mendukung agenda integrasi ekonomi melalui sektor pariwisata. Dengan adanya komitmen dari negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini, diharapkan dinamika pariwisata regional akan mengalami transformasi positif yang lebih terbuka dan inklusif bagi seluruh anggota APEC.