Internasional

Hapus Trauma Masa Lalu: DR Kongo Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia Setelah 52 Tahun

Hapus Trauma Masa Lalu: DR Kongo Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia Setelah 52 Tahun

Ringkasan

  • Republik Demokratik Kongo mencetak sejarah dengan melaju ke babak knockout Piala Dunia setelah 52 tahun, menghapus memori kelam masa lalu.

Penantian panjang selama lebih dari setengah abad akhirnya berakhir manis bagi tim nasional Republik Demokratik Kongo. Pada Sabtu lalu, di Atlanta, Amerika Serikat, mereka mencatatkan sejarah baru dengan memastikan diri melaju ke babak knockout Piala Dunia. Kemenangan dramatis 3-1 atas Uzbekistan menjadi kunci sukses yang membawa mereka melangkah ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Keberhasilan ini terasa sangat emosional mengingat partisipasi satu-satunya negara tersebut di ajang Piala Dunia sebelumnya meninggalkan catatan kelam. Pada tahun 1974, saat negara tersebut masih bernama Zaire, mereka tersingkir dengan cara yang memalukan. Dalam tiga pertandingan, mereka gagal mencetak satu gol pun dan kebobolan 14 gol, termasuk kekalahan telak 9-0 dari Yugoslavia yang menjadi luka dalam sejarah sepak bola nasional mereka.

Namun, narasi tersebut kini telah berubah total di Piala Dunia 2026. DR Kongo berhasil memulihkan citra mereka sejak pertandingan pembuka Grup K melawan Portugal. Meski sempat tertinggal, mereka sukses mencetak gol perdana di Piala Dunia dan meraih poin pertama setelah menahan imbang tim yang dipimpin Cristiano Ronaldo dengan skor 1-1. Semangat pantang menyerah ini terus berlanjut meski sempat menelan kekalahan tipis 0-1 dari Kolombia.

Perjalanan tim ini menuju Amerika Serikat tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi tantangan besar di luar lapangan, termasuk wabah Ebola yang mengganggu persiapan tim. Selain itu, mereka harus berjuang keras melalui 13 pertandingan kualifikasi, termasuk kemenangan dramatis lewat babak perpanjangan waktu melawan Jamaika. Di bawah tekanan tersebut, skuad asuhan pelatih mereka mampu tampil solid dan membuktikan kapasitas mereka di panggung dunia.

Faktor kunci kebangkitan DR Kongo adalah pemanfaatan diaspora pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa. Striker Newcastle United kelahiran Prancis, Yoane Wissa, menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol krusial ke gawang Uzbekistan. Dukungan diaspora yang memadati stadion di Atlanta juga memberikan energi tambahan bagi para pemain, menciptakan atmosfer luar biasa yang menyemangati tim sepanjang pertandingan.

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan olahraga, melainkan simbol kebangkitan bagi negara yang selama beberapa dekade terakhir didera konflik dan ketidakstabilan politik. Keberhasilan menembus fase gugur Piala Dunia memberikan kebanggaan luar biasa bagi rakyat DR Kongo. Kini, mereka menatap tantangan berikutnya dengan optimisme tinggi, yakni menghadapi juara Grup L, Inggris, di Atlanta pada hari Rabu mendatang.

Mengapa Ini Penting

Kisah ini menunjukkan bagaimana manajemen bakat global dan pemanfaatan diaspora dapat mengangkat performa tim nasional dari negara berkembang. Bagi Indonesia, ini menjadi studi kasus menarik tentang pentingnya sistem pembinaan yang resilien dalam menghadapi krisis kesehatan dan hambatan kualifikasi yang panjang.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
28 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit