Bisnis & Startup

EFTA Resmi Rampungkan Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Vietnam

EFTA Resmi Rampungkan Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Vietnam

Ringkasan

  • EFTA resmi menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas dengan Vietnam untuk memperkuat diversifikasi ekonomi dan stabilitas pasar global.

European Free Trade Association (EFTA) secara resmi mengumumkan keberhasilan penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Vietnam. Langkah strategis ini diambil oleh blok yang terdiri dari Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss tersebut sebagai upaya untuk mendiversifikasi hubungan komersial di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi kebijakan tarif internasional.

Perjanjian komprehensif ini mencakup berbagai aspek krusial dalam perdagangan internasional. Ruang lingkup kesepakatan meliputi aturan asal barang, regulasi investasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, kebijakan persaingan usaha, hingga mekanisme penanganan hambatan perdagangan dan pengadaan barang jasa pemerintah. Hal ini diharapkan mampu menciptakan iklim bisnis yang lebih stabil bagi negara-negara anggota.

Bagi Swiss, sebagai ekonomi terbesar di blok EFTA, kesepakatan ini memiliki urgensi tersendiri. Sejak tahun lalu, Swiss menghadapi tantangan berupa tarif impor yang cukup tinggi dari Amerika Serikat. Dengan mengamankan pasar baru di Asia Tenggara melalui Vietnam, EFTA berupaya mengurangi ketergantungan dan risiko ekonomi yang muncul akibat kebijakan proteksionisme di wilayah lain.

Proses negosiasi ini memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai sejak tahun 2012. Setelah melalui 16 putaran perundingan, proses sempat terhenti pada tahun 2018 akibat minimnya progres yang signifikan. Namun, kedua belah pihak memutuskan untuk memulai kembali pembicaraan pada September 2025, dan berhasil mencapai kata sepakat setelah melalui lima putaran negosiasi tambahan.

Data menunjukkan bahwa volume perdagangan antara EFTA dan Vietnam terus menunjukkan tren pertumbuhan positif selama satu dekade terakhir. Pada tahun 2025, total nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai €4,8 miliar atau sekitar $5,5 miliar. Angka ini mencerminkan dinamika ekonomi yang kuat, di mana Vietnam mencatatkan surplus perdagangan sebesar €2,5 miliar terhadap blok EFTA.

Pengumuman ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Swiss Guy Parmelin ke Amerika Utara untuk membahas pembaruan perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Sinergi antara langkah diplomasi ini menegaskan komitmen EFTA untuk memperluas jaringan ekonomi globalnya secara agresif, sekaligus memperkuat posisi tawar mereka di pasar internasional yang semakin kompetitif.

Mengapa Ini Penting

Kesuksesan Vietnam dalam mengamankan perjanjian dagang dengan blok EFTA menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam memperluas akses pasar ekspor ke Eropa. Bagi pelaku industri di Indonesia, dinamika ini menunjukkan pentingnya diversifikasi mitra dagang untuk memitigasi dampak proteksionisme global dan meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit