Bisnis & Startup

GAPMMI Desak Pemerintah Optimalkan Hilirisasi Bahan Baku Lokal untuk Industri Mamin

GAPMMI Desak Pemerintah Optimalkan Hilirisasi Bahan Baku Lokal untuk Industri Mamin

Ringkasan

  • Ketua Umum GAPMMI Adhi S.
  • Lukman mendorong pemerintah memperkuat hilirisasi bahan baku lokal guna menekan ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri mamin nasional.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, menegaskan urgensi intervensi pemerintah dalam mengoptimalkan pemrosesan bahan baku mentah lokal menjadi komponen industri yang siap pakai. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman (mamin) nasional di pasar domestik maupun global.

Dalam konferensi pers Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di Jakarta, Adhi menyoroti bahwa regulasi terkait bahan baku harus dibuat lebih kondusif. Hal ini bertujuan agar pelaku industri memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mencari sumber bahan baku yang efisien secara biaya, tanpa harus selalu bergantung pada komoditas impor yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

Potensi kekayaan alam Indonesia sebenarnya sangat besar untuk diolah menjadi bahan baku utama industri. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya kesiapan bahan baku lokal dalam memenuhi standar industri, terutama terkait spesifikasi untuk produk makanan dan minuman sehat yang kini menjadi tren pasar.

Adhi mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam pemanfaatan bahan baku lokal, yakni pasokan yang tidak konsisten, variasi standar kualitas yang tidak seragam, serta infrastruktur logistik yang belum merata. Akibatnya, produsen sering kali terpaksa mengandalkan bahan impor demi menjaga stabilitas produksi massal dan efisiensi biaya operasional perusahaan.

Di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar yang memicu kenaikan biaya produksi akibat naiknya harga bahan bakar minyak, kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi mutlak diperlukan. Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi transformasi bahan baku mentah lokal menjadi produk setengah jadi atau bahan industri yang memenuhi standar keamanan pangan dan nilai gizi yang ketat.

Dari sisi industri, GAPMMI berkomitmen untuk terus mendorong anggota dan pemasok melakukan inovasi pada bahan baku lokal. Inovasi ini diharapkan mampu menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan sehat, sejalan dengan permintaan konsumen modern. Saat ini, subsektor industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 7,04 persen pada kuartal pertama 2026, dan diharapkan tren positif ini dapat terus dijaga melalui penguatan ekosistem bahan baku dalam negeri.

Mengapa Ini Penting

Penguatan rantai pasok bahan baku lokal sangat krusial bagi ketahanan industri mamin nasional terhadap volatilitas pasar global. Keberhasilan transisi ini akan menekan biaya produksi secara jangka panjang dan meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik melalui pemanfaatan sumber daya alam yang lebih optimal.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit