Petenis peringkat tujuh dunia, Coco Gauff, secara terbuka mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya memiliki kepercayaan diri saat bermain di lapangan rumput. Pernyataan ini disampaikan menjelang turnamen Grand Slam Wimbledon yang akan segera bergulir di All England Club pekan depan. Bagi juara Grand Slam dua kali ini, rumput masih menjadi permukaan yang menantang dan belum terasa alami baginya.
Sejarah mencatat bahwa Wimbledon menjadi satu-satunya turnamen besar di mana Gauff belum pernah melangkah lebih jauh dari babak keempat dalam enam kali penampilannya. Tren negatif ini berlanjut pada musim 2025, di mana ia harus tersingkir lebih awal setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak pertama dari petenis Ukraina, Dayana Yastremska. Selain itu, performanya di Berlin Open bulan ini juga kurang memuaskan setelah terhenti di babak 16 besar oleh Paula Badosa.
Dalam konferensi pers pada hari Sabtu, petenis berusia 22 tahun ini menjelaskan bahwa hubungannya dengan lapangan rumput memang cukup kompleks. Meskipun ia memiliki kenangan manis di London, ia merasa bahwa kendala utamanya bukanlah pada kemampuan teknis, melainkan pada aspek mental dan keyakinan diri. Gauff menegaskan bahwa ia sedang berupaya keras untuk mengubah pola pikirnya agar bisa beradaptasi lebih baik dengan karakteristik permukaan rumput yang cepat dan licin.
Perjalanan Gauff di Wimbledon tahun ini diprediksi tidak akan mudah. Ia dijadwalkan menghadapi petenis peringkat 79 dunia, Tamara Korpatsch, di babak pembuka. Jika berhasil melaju, ia berpotensi bertemu dengan lawan-lawan tangguh seperti Jessica Pegula dan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Gauff mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ia sering mendapatkan undian yang cukup menantang di turnamen ini, yang semakin menambah beban perjuangannya.
Di luar urusan teknis permainan, Gauff juga angkat bicara mengenai isu kesejahteraan pemain dan protes terkait hadiah uang di turnamen Grand Slam. Meski Wimbledon telah mengumumkan kenaikan total hadiah sebesar 20 persen, Gauff menilai angka tersebut belum memenuhi ekspektasi para pemain. Ia menekankan perlunya dukungan finansial yang lebih besar bagi para pemain di peringkat bawah, seperti mereka yang berada di posisi 100 hingga 200 dunia, terutama saat mereka mengalami cedera.
Menurut Gauff, perjuangan untuk meningkatkan kualitas olahraga tenis secara keseluruhan harus melibatkan partisipasi aktif dari pihak penyelenggara Grand Slam dalam program kesejahteraan pemain. Baginya, peningkatan hadiah saat ini memang merupakan langkah positif, namun belum cukup untuk menjawab kebutuhan nyata para atlet di lapangan. Gauff dijadwalkan memulai langkah pertamanya di Wimbledon pada hari Senin mendatang, membawa misi besar untuk mencatatkan prestasi terbaiknya di ajang bergengsi tersebut.