Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesehatan warga Venezuela yang saat ini tengah tertimpa musibah gempa bumi dahsyat. Seruan ini didasari oleh rasa solidaritas mendalam, mengingat pemerintah dan rakyat Venezuela merupakan salah satu pihak yang memberikan bantuan signifikan bagi Aceh saat dilanda bencana tsunami pada tahun 2004 silam.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan pesan tersebut di Banda Aceh pada Kamis. Ia menegaskan bahwa pemerintah Aceh sangat memahami beban berat yang dipikul oleh rakyat Venezuela saat ini, mengingat Aceh memiliki sejarah kelam yang serupa ketika bencana tsunami merenggut lebih dari 170.000 jiwa penduduknya. Oleh karena itu, empati dan dukungan moral menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian Venezuela di masa lalu.
Berdasarkan data terkini per 24 Juni 2026, dua gempa bumi besar yang berpusat di San Felipe, Yaracuy, telah menelan korban jiwa sebanyak 2.295 orang, dengan 11.267 orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi di lapangan semakin mendesak dengan tercatatnya 782 gempa susulan sejak peristiwa pertama terjadi. Pemerintah Venezuela saat ini telah menetapkan status keadaan darurat dan menyatakan masa berkabung nasional selama tujuh hari.
Sejarah mencatat bahwa bantuan dari Venezuela pasca tsunami Aceh sangat krusial, meliputi dana kemanusiaan sebesar 2 juta dolar Amerika Serikat. Dana tersebut dialokasikan untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, serta penanganan tanggap darurat bagi para penyintas. Bukti nyata dari bantuan tersebut adalah berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar, yang hingga saat ini masih aktif mencetak sumber daya manusia unggul bagi Aceh.
Selain ajakan doa, Pemerintah Aceh juga membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan krisis yang sedang terjadi di Venezuela. Pemerintah Aceh berharap agar kondisi di negara tersebut dapat segera pulih dan arus bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak terus mengalir untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah menyatakan duka cita mendalam atas tragedi ini. Indonesia kini bergabung dengan 24 negara lainnya dalam upaya solidaritas internasional untuk mendukung pemulihan Venezuela. Sinergi antara bantuan global dan dukungan moral dari masyarakat yang pernah mengalami trauma bencana serupa diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-gempa di Venezuela.