Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026. Kedatangan mereka disambut dengan antusiasme tinggi melalui yel-yel penuh semangat serta atraksi baris-berbaris dari para siswa yang mengenakan seragam kebanggaan mereka. Suasana hangat di lokasi acara mencerminkan optimisme baru bagi para siswa yang sebelumnya sempat mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan.
Dalam rangkaian acara open house tersebut, Pramono Anung sempat berdialog langsung dengan seorang siswa bernama Muhammad Sesa. Sesa, yang sebelumnya sempat putus sekolah, mengungkapkan kebahagiaannya karena kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kembali. Interaksi ini menjadi momen emosional bagi Gubernur, yang mengakui bahwa melihat wajah-wajah penuh harapan dari para siswa membangkitkan kenangan masa lalunya sendiri yang penuh perjuangan.
Secara terbuka, Pramono Anung mengungkapkan rasa harunya hingga meneteskan air mata. Ia menceritakan bahwa di masa mudanya, ia pun sempat berada di posisi yang sulit dan hanya bisa mengenyam pendidikan berkat bantuan beasiswa pemerintah. Baginya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk memutus rantai kemiskinan dan mengubah masa depan sebuah keluarga secara signifikan.
Menanggapi keberhasilan model pendidikan di Sekolah Rakyat, Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh. Ia bahkan telah mendiskusikan rencana strategis bersama Menteri Sosial untuk menambah kapasitas tampung hingga seribu siswa baru di wilayah Jakarta. Hal ini dilakukan guna memastikan lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti kisah inspiratif salah satu siswa, Naira Intan Safitri, yang meski memiliki keterbatasan ekonomi dan tantangan keluarga, kini tampil jauh lebih percaya diri. Gus Ipul menekankan bahwa kehadiran negara melalui program ini merupakan bentuk nyata dari visi besar pemerintah dalam memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar agar memiliki masa depan yang lebih kompetitif.
Kegiatan open house ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat siswa, tetapi juga simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusif. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, Sekolah Rakyat diharapkan dapat terus melahirkan generasi muda yang berprestasi dan memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi tantangan zaman di masa depan.