Berita

Pangdam Udayana: Penguatan Ekonomi Desa Adalah Bentuk Bela Negara Modern

Pangdam Udayana: Penguatan Ekonomi Desa Adalah Bentuk Bela Negara Modern

Ringkasan

  • Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi desa dan pesisir merupakan wujud bela negara modern yang krusial bagi ketahanan nasional.

Tabanan, Bali – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput merupakan manifestasi nyata dari bela negara di era modern. Pernyataan ini disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 745 Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Rindam IX/Udayana, Tabanan, Jumat.

Dalam paparannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa konsep bela negara telah mengalami transformasi signifikan. Jika dahulu bela negara identik dengan perjuangan fisik di medan tempur, saat ini pertahanan negara lebih banyak ditentukan oleh ketahanan pangan, kedaulatan maritim, serta kemandirian ekonomi masyarakat di desa maupun wilayah pesisir. Baginya, membangun ekonomi kerakyatan adalah langkah strategis untuk memperkuat daya tahan bangsa dari ketergantungan asing.

Kehadiran program KDKMP dan KNMP dipandang sebagai implementasi konkret dari amanat konstitusi. Pangdam menekankan bahwa pengelolaan ekonomi yang dilakukan secara kolektif dan transparan oleh masyarakat akan menciptakan ketahanan nasional yang kokoh. Hal ini sejalan dengan berbagai landasan hukum mulai dari UUD NRI 1945 hingga Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 mengenai percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Pangdam menginstruksikan para siswa SPPI untuk mengintegrasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam setiap operasional koperasi. Penguatan persatuan, keadilan sosial, dan kepatuhan terhadap konstitusi harus menjadi fondasi utama dalam mengelola koperasi. Selain itu, para kader diharapkan mampu merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain aspek ekonomi, Pangdam juga menyoroti ancaman non-militer yang kian nyata bagi generasi muda, seperti penyalahgunaan media sosial, radikalisme, dan budaya individualisme. Para kader KDKMP dan KNMP didorong untuk menjadi agen perubahan sekaligus benteng moral di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan mampu menangkal pengaruh negatif yang dapat memecah belah keutuhan wilayah NKRI.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kodam IX/Udayana terus memberikan pendampingan teknis dan pengamanan aset bagi koperasi binaan. Hingga Mei 2026, pembentukan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah kerja Kodam IX/Udayana tercatat telah mencapai target 100 persen. Secara rinci, terdapat 38 unit di Bali, 55 unit di NTB, dan 73 unit di NTT yang siap menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pergeseran paradigma pertahanan nasional yang kini mengintegrasikan stabilitas ekonomi sebagai pilar keamanan utama. Bagi industri dan masyarakat, keterlibatan aktif dalam penguatan ekonomi desa merupakan langkah strategis untuk menciptakan ketahanan domestik terhadap gejolak pasar global dan ancaman non-militer.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit