Bisnis & Startup

IHSG Ditutup Menguat Jelang Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Positif Asia

IHSG Ditutup Menguat Jelang Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Positif Asia

Ringkasan

  • IHSG ditutup menguat 2,28 persen di level 5.875,78 pada Jumat, terdorong oleh sentimen positif pasar global dan data tenaga kerja AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat sore dengan catatan impresif. Indeks utama pasar modal Indonesia ini berhasil menguat sebesar 131,22 poin atau 2,28 persen, sehingga parkir di level 5.875,78. Kinerja positif ini sejalan dengan tren penguatan yang terjadi di bursa saham kawasan Asia secara keseluruhan.

Sentimen global menjadi motor utama di balik reli IHSG kali ini. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa investor merespons positif perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kabar mengenai kemajuan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi oleh Qatar memberikan optimisme baru bagi stabilitas kawasan, meskipun pelaku pasar tetap mempertahankan sikap waspada terhadap jaminan perdamaian jangka panjang.

Selain faktor geopolitik, rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat turut memberikan katalis kuat. Data nonfarm payrolls (NFP) periode Juni 2026 yang tercatat sebesar 57.000, berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000, memberikan sinyal perlambatan ekonomi AS. Kondisi ini membuat spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan menahan diri dari kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat, yang secara langsung menguntungkan pasar saham negara berkembang.

Di sisi domestik, stabilitas ekonomi mendapatkan sentimen pendukung dari kesepakatan pemerintah dan DPR terkait postur awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dengan target defisit anggaran di rentang 1,8 hingga 2,2 persen terhadap PDB, kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga kedisiplinan fiskal sekaligus tetap memacu pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG menunjukkan dominasi di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan. Seluruh sebelas indeks sektoral IDX-IC kompak berakhir di teritori positif. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,74 persen, disusul oleh sektor barang baku sebesar 2,97 persen, dan sektor infrastruktur sebesar 2,36 persen, yang mencerminkan optimisme investor lintas sektor.

Beberapa saham yang mencatatkan penguatan harga signifikan pada perdagangan hari ini di antaranya adalah KOKA, FUTR, ECII, COCO, dan RMKO. Reli ini sekaligus mengukuhkan posisi indeks LQ45 yang juga menguat 16,29 poin atau 2,88 persen ke level 581,78. Secara keseluruhan, performa pasar hari ini menjadi penutup pekan yang manis bagi para pelaku pasar modal di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Penguatan IHSG yang dipicu oleh kebijakan moneter AS dan stabilitas fiskal domestik menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor asing. Pemahaman terhadap dinamika ini krusial bagi pelaku bisnis dalam memprediksi biaya modal dan sentimen pasar ke depan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit