Internasional

IMO Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz Pasca-Insiden Serangan

IMO Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz Pasca-Insiden Serangan

Ringkasan

  • IMO menghentikan sementara evakuasi kapal di Selat Hormuz menyusul serangan proyektil terhadap kapal kargo di dekat perairan Oman.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) secara resmi mengumumkan penangguhan inisiatif evakuasi kapal di Selat Hormuz setelah sebuah kapal kargo dilaporkan mengalami serangan di dekat perairan Oman. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan ribuan pelaut dan ratusan kapal yang saat ini terjebak di wilayah tersebut akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo terkena proyektil pada bagian sisi kanan lambungnya sekitar 14 kilometer di tenggara pelabuhan Dahit, Oman. Sumber keamanan maritim menduga serangan tersebut dilakukan menggunakan drone, meskipun hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas tindakan agresif tersebut.

Sebelum insiden ini terjadi, IMO telah memulai upaya penyelamatan terhadap 600 kapal dan sekitar 11.000 awak kapal yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz di tengah perang antara AS-Israel dan Iran. Rencana evakuasi tersebut melibatkan dua jalur utama, yakni melalui perairan Iran dan perairan Oman, yang sebelumnya telah mendapatkan jaminan keamanan dari pihak terkait.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyatakan bahwa penghentian sementara ini diperlukan untuk meninjau kembali jaminan keamanan yang ada. Pihak IMO harus memastikan bahwa kondisi navigasi benar-benar aman bagi seluruh kapal sebelum melanjutkan kembali operasi evakuasi yang krusial bagi keselamatan awak kapal di kawasan yang sedang bergejolak tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal untuk tidak menggunakan jalur di Selat Hormuz tanpa izin dari otoritas Tehran. Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menegaskan bahwa transit di luar rute yang ditetapkan oleh Iran tidak akan mendapatkan jaminan keamanan, dan segala konsekuensi akan ditanggung sepenuhnya oleh pemilik serta operator kapal.

Insiden serangan terhadap kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, menjadi peringatan serius bagi komunitas maritim internasional. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasokan global di jalur perdagangan vital tersebut, di mana persaingan geopolitik kini berdampak langsung pada operasional kapal komersial dan keselamatan para pelaut di perairan internasional.

Mengapa Ini Penting

Gangguan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dan logistik global yang berdampak pada stabilitas harga komoditas di Indonesia. Bagi industri maritim dan logistik tanah air, eskalasi ini menuntut kesiapan mitigasi risiko yang lebih ketat untuk kapal-kapal Indonesia yang melintasi jalur perdagangan internasional.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit